Museum Perdamaian Dunia, Cita-Cita Terakhir Istri Bung Tomo

Oleh Dian Kurniawan pada 01 Sep 2016, 11:30 WIB
Diperbarui 01 Sep 2016, 11:30 WIB
Alasan Bung Tomo Pilih Dimakamkan di TPU daripada TMP
Perbesar
Sebagai pahlawan nasional, Bung Tomo berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP). (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Kepergian Sulistina Sutomo, istri mendiang Pahlawan Nasional Bung Tomo, meninggalkan sejumlah pelajaran dan cita-cita yang belum terwujud. Cita-cita itu adalah membangun museum perdamaian dunia.

Anak kandung Sulistina, Bambang Sulistomo, menuturkan ibunya sudah melaporkan cita-cita tersebut ke Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

"Ibu itu ingin membuat semacam museum peradaban bangsa bahwa bangsa ini pernah besar. Bangsa ini pernah jaya, yaitu zaman Majapahit. Dan, Ibu membuat namanya museum dunia Surya Majapahit. Tempatnya di Trowulan, Mojokerto," tutur Bambang usai prosesi pemakaman di TPU Ngagel Rejo Surabaya, Rabu, 31 Agustus 2016.

Bambang mengatakan ibunya sudah berkali-kali datang ke Trowulan dan masyarakat di sana juga menunggu hasilnya. "Saat ini hanya proses bagaimana teknis administrasinya dan mudah-mudahan Pakde Karwo bisa membantu," ucap Bambang.

Dikutip dari Antara, Lies, panggilan akrab Sulistina, mendapatkan ide pembangunan museum dari harapan Bung Tomo yang ingin mewujudkan rakyat Indonesia makmur dan sejahtera. Dalam museum perdamaian itu rencananya akan dibangun Taman Perdamaian.

Di dalam taman itu akan ada berbagai budaya asing, seperti Jepang, Thailand, Australia, Prancis, Amerika Serikat dan lain-lainnya. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk melihat budaya asing.

Selain pengetahuan tentang budaya luar negeri, Taman Perdamaian Dunia juga akan menampilkan budaya Indonesia. Namun berbeda dari taman serupa, warga bisa belajar dengan melihat teknologi dan budaya negara lainnya.  

Menanggapi keinginan suami Lies itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan pihaknya akan mewujudkan keinginan almarhumah sebelum meninggal, yakni mendirikan Taman Perdamaian di Trowulan, Mojokerto.

"Jadi kami sudah cek dan memang tinggal izin di Perhutani. Dan itu ide yang luar biasa. Ada tiga yayasan yang semua berpikir tentang Majapahit. Salah satu yang terdepan adalah yayasan Surya Majapahit," ujar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

Soekarwo mengaku terakhir bertemu dengan Sulistina saat menikahkan putri bungsunya, Kartika, pada Maret 2016. Bahkan, saat itu, Sulistina juga menjadi saksi akad nikah putrinya.

"Setelah itu saya tidak pernah bertemu dengan beliau lagi," ujar Soekarwo.