Perjuangan Luar Biasa Nenek Buta Berusia Seabad Rawat Anak Lumpuh

Oleh Eka Hakim pada 10 Agu 2016, 19:47 WIB
Diperbarui 10 Agu 2016, 19:47 WIB
Perjuangan Luar Biasa Nenek Buta Berusia Seabad Rawat Anak Lumpuh
Perbesar
Dalam kondisi penglihatan tak sempurna, nenek Rasinang merawat sang anak yang berusia 70 tahun seorang diri. (Liputan6.com/Eka Hakim)

Liputan6.com, Bulukumba - Kapolres Bulukumba, Sulsel, AKBP Slamet Rianto, tak henti-hentinya meneteskan air mata setelah berhasil menemukan rumah Rasinang bin Rabani, seorang nenek buta berusia 100 tahun yang hidup di sebuah gubuk reyot bersama anaknya, Kammisi (70), dalam kondisi lumpuh.

"Saat ketemu nenek itu, saya langsung menangis dan tak tega melihat keadaannya yang serba kesulitan. Coba bayangkan dengan usia yang lapuk dan kondisi buta, ia masih teguh dan ikhlas merawat anaknya yang usianya juga renta dan dalam kondisi lumpuh. Hati saya seakan terkoyak melihat keadaannya," tutur Slamet dengan tangis tertahan menceritakan kondisi Nenek Rasinang kepada Liputan6.com via telepon, Rabu, 10 Agustus 2016.

Nenek Rasinang, kata Slamet, sejak lahir mengalami kebutaan. Sementara, anak tunggal hasil pernikahannya dengan almarhum Rabani itu mengalami kelumpuhan sejak lima tahun lalu.

"Ia awalnya menderita sakit selama 10 tahun dan lima tahun belakangan, akhirnya ia lumpuh dan sampai saat ini tak bisa lagi berjalan," tutur Slamet.

Dalam memenuhi kebutuhan makannya, Slamet mengungkapkan Nenek Rasinang bersama anaknya bergantung pada kedermawanan tetangga.

"Kadang juga nenek kalau tidak dapat bantuan tetangganya, ia tetap bersyukur meski hanya dengan mencicipi air bersama anaknya yang lumpuh tersebut. Itu pun nenek anggap sudah nyaman karena dapat membasahi kerongkongannya," ujar Slamet.

Kehidupan miris mulai dirasakan nenek sejak suaminya, Rabani, wafat karena sakit. Dengan penglihatan yang tak sempurna, Rasinang harus berjuang merawat Kammisi seorang sendiri selama 10 tahun di rumahnya yang reyot itu.

Penyakit sang anak justru berujung pada kelumpuhan. Saat itulah, beban nenek semakin berat. Namun dengan jiwa besar dan keikhlasan, ia menghadapi ujian Allah itu dengan kuat.

"Saya tak bisa menahan air mata haru melihat kondisi nenek tadi sehingga saya berikan bantuan meski ala kadarnya," ucap Slamet.

Slamet mengaku mendengar kabar sang nenek lewat media sosial. Karena penasaran dan sedih melihat kondisi yang dialami Nenek Rasinang, ia sengaja meninggalkan kantor untuk menuju pelosok Kabupaten Bulukumba yang berjarak kurang lebih 35 kilometer dari Mapolres Bulukumba.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya