Yuk, Wisata Petik Jeruk di Batu

Oleh Zainul Arifin pada 06 Agu 2016, 06:09 WIB
Diperbarui 06 Agu 2016, 06:09 WIB
20160127-Jeruk-Mini-Jakarta-AY
Perbesar
Seorang pedagang berada di kebun jeruk jenis Kumquat dan Chusa yang di impor dari Cina di Jakarta, Rabu (27/1). Permintaan Jeruk asal Cina tersebut meningkat 100 % menjelang imlek. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Batu - Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kementerian Pertanian di Tlekung, Kota Batu, Jawa Timur, menawarkan wisata petik jeruk. Tiket masuk dibanderol Rp 25 ribu per orang. Paket ini dibuka setiap hari.

"Pengunjung bisa menikmati tiga buah jeruk yang dipetik langsung dari pohonnya. Selain itu, pengunjung juga bisa membawa pulang buah jeruk yang dipetik sebanyak dua kilogram. Kalau pengunjung ingin berwisata petik jeruk ke Balitjestro setiap saat juga tidak ada masalah," kata Kepala Balitjestro, Djoko Susilo Utomo di Batu, Jatim, seperti dilansir Antara, Jumat 5 Agustus 2016.

Ia menuturkan, ada 242 varietas jeruk yang dihasilkan dari penelitian Balitjestro, baik yang sudah dilepas maupun belum. "Kami juga terbuka bagi mahasiswa yang ingin magang atau praktik kerja lapangan (PKL) sekaligus menggali ilmu melalui pelatihan," ujar dia.

Sedangkan untuk masyarakat Kota Batu, Balitjestro sudah dua tahun terakhir ini memberikan bantuan bibit jeruk. "Harapan kami Kota Batu ini tidak hanya dikenal sebagai sentra buah apel saja, tapi juga jeruknya," tutur dia.

Sebelumnya Wali Kota Batu Eddy Rumpoko meminta Balitjestro menjadi destinasi wisata alternatif di Kota Batu. Dengan demikian, Balitjestro tidak hanya melakukan penelitian, tapi juga difungsikan sebagai tempat wisata kebun atau lainnya karena potensinya cukup besar.

"Kami lihat potensi destinasi wisata kebun (petik jeruk) di Balitjestro ini sangat besar. Wisatawan bisa berkunjung ke Balitjestro tanpa mengganggu program penelitian tanaman yang dilakukan instansi tersebut," ucap dia.

Eddy mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu rata-rata mencapai 4 juta per tahun. Dia berharap mereka tidak hanya menikmati wisata buatan dan wisata petik apel saja, tetapi juga bisa menikmati wisata petik jeruk yang dikembangkan Balitjestro.

"Kami yakin destinasi wisata petik jeruk di Balitjestro akan diminati wisatawan yang selama ini hanya fokus pada wisata buatan yang ada di Kota Batu," ujar Eddy.