Lukisan Cat Air dari 7 Negara Mampir Paris Van Java

Oleh Arya Prakasa pada 04 Agu 2016, 06:00 WIB
Diperbarui 04 Agu 2016, 06:00 WIB
pameran lukisan cat air se-Asia yang bernama Asian Water Colour Expression (AWCE) III
Perbesar
(Aditya Prakasa/Liputan6.com)

Liputan6.com, Bandung - Kota Bandung, Jawa Barat terpilih sebagai tuan rumah pameran lukisan cat air se-Asia yang bernama Asian Water Colour Expression (AWCE) III. Pameran yang berlangsung di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) itu melibatkan 120 pelukis dari 7 negara di Asia.

Ketua Indonesia Water Colour Robby Lulianto mengatakan, pameran AWCE ini merupakan yang ketiga kalinya yang digelar. Sebelumnya, pameran serupa telah dilakukan di Kota Yogyakarta dan Solo, Jawa Tengah.

"Kami hadir di Kota Bandung pada tahun ini setelah sebelumnya sukses dalam kegiatan AWCE pertama pada tahun 2012 dan kedua pada tahun 2014," Kata Robby di Bandung, Jabar, Rabu (3/8/2016).

(Aditya Prakasa/Liputan6.com)

Robby menjelaskan, Kota Bandung dipilih sebagai tuan rumah karena sejarah perjuangan para pahlawan untuk meraih kemerdekaan. Selain itu, menurut dia, kota yang berjuluk Paris Van Java ini adalah salah satu kota yang terkenal dengan pusat seniman akademisi Indonesia.

"Sebelum melaksanakan pameran, para peserta akan diajak berkeliling di Kota Bandung untuk melukis beberapa lokasi yang menjadi ikonik, seperti Braga, Gunung Tangkuban Perahu, Gedung Sate, dan Saung Angklung Udjo. Tema pameran kali ini adalah Halo-Halo Bandung," sebut Robby.

Para pelukis yang dilibatkan kali ini berasal dari Hong Kong, Malaysia, Myanmar, Singapura, Filipina, Korea Selatan, dan Indonesia.

Meskipun lukisan car air kurang peminatnya di Indonesia, namun harga dari karya para maestro yang dipajang ini bisa menembus miliaran rupiah. Para maestro yang memajang hasil karyanya, seperti Barli Sasmitawinata, Abdullah Suriosubroto, Siauw Tik Kwie, Srihadi Sudarsono, Lee Man Fong, Azis Tirtaatmadja, Sunaryo, dan Dodo Abdullah.

Menurut Robby, ajang ini menjadi sangat penting untuk berkumpulnya para pelukis dari Asia. Selain berbagi pengetahuan mengenai lukisan, pameran itu juga menjadi salah satu cara untuk mempererat silahturahmi dengan para pelukis dari berbagai negara.

"Kami sesama pelukis di Asia terus saling berhubungan untuk menghidupkan seni lukis cat air. Kita saling belajar untuk memajukan lukisan cat air ini," ucap Robby.