Korban Begal Tewas di Pusat Kota, Tim Bersenjata Razia Malam

Oleh Reza Efendi pada 26 Jul 2016, 13:34 WIB
Diperbarui 06 Des 2019, 19:53 WIB
Ilustrasi Begal Motor

Liputan6.com, Medan - Polresta Medan membentuk tim antibegal untuk mengejar para pembegal yang mengganas di Kota Medan. KasusĀ begal terakhir menewaskan Monang, warga Jalan Ternak, Kota Medan, setelah ditusuk empat begal di Jalan MT Haryono, Medan, pada 18 Juli 2016 kemarin.Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto menyebutkan, tim antibegal yang dibentuk beranggotakan 202 personel. Mereka terdiri dari personel Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan, Satuan Sabhara Polresta Medan, Polsek sejajaran Polresta Medan dan dibantu personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara.Mardiaz menyebut, tim antibegal bersenjata ini akan menggelar patroli malam di seluruh wilayah Kota Medan, termasuk merazia terbuka di 28 pos polisi pengamanan yang tersebar di seluruh Medan."Kita akan mulai jam 8 malam sampai jam 8 pagi, setiap hari selama 30 hari ke depan. Kita akan membantu tim dari Polsekta Medan Kota yang tengah menyelidiki kasus ini untuk mencari dan mengejar pelaku sekaligus mengantisipasi kejadian serupa kembali terulang," kata Mardiaz, Senin, 25 Juli 2016.

Mardiaz mengaku, tim antibegal yang dibentuk ini diperintahkan untuk menindak tegas setiap anggota masyarakat yang diduga kuat melakukan tindakan kejahatan jalanan. Meski begitu, ia berharap seluruh personel yang diturunkan tetap bertanggung jawab dengan tindakan tegas, berupa tembak terukur, yang akan mereka lakukan.Izin menembak di tempat hanya diberikan jika begal sudah membahayakan."Yang penting untuk kita pahami, bahwa ketika pelaku sudah tega mengambil langkah membunuh korban untuk merampas hartanya, maka pelaku akan ketagihan. Karena dia akan beranggapan bahwa cara itu ternyata mudah," ujar Kapolresta.Mardiaz juga menyebutkan, secara statistik, jumlah kasus pembegalan diĀ Kota Medan pada tahun ini jauh berkurang dibandingkan tahun lalu. Termasuk jika dibandingkan dengan semester I pada tahun ini."Secara jumlah sebenarnya menurun. Tapi, kualitasnya meningkat karena sampai jatuh korban jiwa dan terjadi di pusat kota yang terbilang tidak rawan. Kita tidak akan memberikan celah sampai Kota Medan benar-benar aman," kata Mardiaz.