2 Anak Harimau Mati di Bukittinggi Dalam 2 Hari

Oleh Liputan6 pada 17 Jul 2016, 22:07 WIB
Diperbarui 17 Jul 2016, 22:07 WIB
20151127-Evakuasi-Macan-Sumatra-Ori
Perbesar
Harimau Sumatera yang terkena jebakan warga dibatang pohon di Taman Nasional Batang Gadis, Sumatera, Kamis (26/11). Harimau tersebut terjerat jebakan warga yang diperuntukan untuk hewan rusa. (Ori Kakigunung)

Liputan6.com, Bukittinggi - Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), M Ramlan Nurmatias menyebutkan pihaknya meminta informasi terkait kondisi kesehatan dan perawatan dua anak harimau Sumatera (Panthera tigris) koleksi Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) yang mati beberapa waktu lalu.

"Kami sudah terima informasi kematian kedua anak harimau tersebut dan meminta informasi lengkap mengenai kondisinya kepada pihak medis, apa penyebab kematian satwa itu," kata Ramlan di Bukittinggi, Sabtu 16 Juli 2016.

Ia menyebutkan dua anak harimau yang lahir pada 14 Januari 2016 tersebut dikabarkan sakit dan sejak sebulan lalu telah mendapat beberapa kali perawatan di Padang.

"Informasi sementara yang kami terima, keduanya menderita kelainan genetika. Namun, kami minta kepada pihak medis informasi lengkap seperti langkah-langkah perawatan dan obat," kata Ramlan.

Terkait indikasi kelalaian dan tindak kekerasan yang dilakukan petugas terhadap satwa tersebut, Ramlan menyatakan kecil kemungkinan terjadi.

"Namun bila dari hasil laporan kondisi anak harimau tersebut menunjukkan adanya tindak kekerasan, hal itu dapat dipidanakan dan kami akan selidiki dan laporkan oknum tersebut," ucap dia.

Ia mengatakan, laporan kondisi harimau itu baru akan diterima sekitar satu minggu ke depan. Sementara terkait informasi kondisi dua ekor anak harimau dahan yang juga dikabarkan mati, ia menyebutkan belum menerima informasinya.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, anak harimau Sumatera itu mati pada waktu yang berdekatan. "Satu ekor mati pada 30 Juni 2016 dan satu lagi mati pada 1Juli lalu. Kemudian, dua ekor anak harimau dahan mati sebelum Ramadan," kata sumber tersebut seperti dilansir Antara.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya