Kades di Sumsel Tepergok Tanpa Busana Bersama Istri Warga

Oleh Raden Fajar pada 13 Jul 2016, 17:00 WIB
Diperbarui 13 Jul 2016, 17:00 WIB
Selingkuh, OKU, Tanpa Busana
Perbesar
Kades digerebeg tanpa busana

Liputan6.com, Palembang - Kepala Desa (Kades) Rantau Kumpai, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, berinisial RA (48) terancam dipecat dari jabatannya.  Dia diduga berbuat mesum dengan istri salah satu warganya.
 
Saat ini Pemerintah Kabupaten OKU masih menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat atas perbuatan yang dilakukan RA pada Minggu, 3 Juli 2016 lalu. Saat itu, sekitar pukul 22.00 WIB, ia dipergoki warga tengah bugil bersama YN (26), istri PN (32), di dalam kamar rumah salah satu warganya itu.

"Jika hasilnya (pemeriksaan) sudah disampaikan kepada kami, secepatnya akan diputuskan. Sebab, ini menyangkut moral dan kode etik," kata Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, Marwan Sobrie, Rabu (13/7/2016).

Marwan mengatakan pihaknya menyesal mendengar kasus ini. Sebagai seorang kades, RA seharusnya menjadi panutan bagi warga. Dipilih langsung oleh warga, dia seharusnya bertanggung jawab menjaga kepercayaan warga.

Kejadian ini berawal saat PN sedang tidak di rumah. Malam itu, ia pulang dan melihat sepeda motor RA diparkir di depan rumahnya. Curiga, PN kemudian mengintip ke ruang tamu. Namun, ia tak melihat istrinya YN ataupun RA. PN lalu mengajak tetangganya dan beberapa warga lain untuk memeriksa rumahnya.
 
Alangkah terkejutnya PN karena saat digerebek, istrinya dan oknum kades tersebut tengah tanpa busana di dalam kamarnya. Bukannya meminta maaf, RA justru tak terima dan malah menyerang PN dengan sebilah senjata tajam yang selalu dibawanya. PN terluka di bagian kepala dan leher.
 
Warga yang menyaksikan hal tersebut naik pitam. RA kemudian diseret keluar rumah dan dihakimi. Dalam kondisi babak belur, RA lalu diserahkan warga ke kantor polisi. Saat disinggung mengenai adanya upaya perdamaian yang dilakukan RA, Sekda Marwan menegaskan hal itu tak akan memberi pengaruh.

"Itu hak kedua belah pihak jika memang ada perdamaian. Tetapi, jika terbukti, jelas akan disanksi tegas. Perbuatan tidak senonoh ini telah mencoreng citra pemerintah," kata Marwan.