Lelaki Paruh Baya Terlihat Sebelum Pembunuhan Bocah di Kutai

Oleh Liputan6 pada 11 Jul 2016, 11:35 WIB
Diperbarui 11 Jul 2016, 11:35 WIB
Pembunuhan Anak Tersadis Selain Kasus Mayat Bocah Dalam Kardus
Perbesar
ilustrasi pembunuhan

Liputan6.com, Samarinda - Kepolisian Resor Kutai Timur, Kalimantan Timur, memburu seorang pria paruh baya yang diduga sebagai pelakuĀ pembunuhan sadis terhadap seorang bocah perempuan berusia 5 tahun.

Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Andika Dharma Sena menuturkan, jasad anak perempuan tersebut ditemukan pada Minggu pagi, 10 Juli 2016, sekitar pukul 10.00 Wita. Ia ditemukan di semak-semak dan tertutup dahan pohon kelapa.

"Diduga sebagai korban pembunuhan," kata Andika dilansir Antara, Senin (11/7/2016).

Andhika mengungkapkan, di tangan sebelah kanan korban, terdapat luka bakar sehingga kuat dugaan mayat anak perempuan tersebut adalah korban pembunuhan. Korban, lanjut dia, masih mengenakan pakaian saat ditemukan.

Korban yang tinggal di Desa Banua Baru Ulu, Kecamatan Sangkuliran, Kabupaten Kutai Timur, itu kata Andika, dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Kamis 7 Juli 2016, sekitar pukul 11.00 Wita.

"Sejak dilaporkan hilang pada Kamis, masyarakat terus mencari dan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," tutur Andika.

Hingga Minggu malam, polisi masih terus menyelidiki lokasi ditemukannya jasad korban. Polisi, tambah dia, telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkapĀ pembunuh sadis anak perempuan itu.

Pihak keluarga menolak autopsi pada jasad anak perempuan itu sehingga polisi fokus untuk menyelidiki dugaan pembunuh tersebut.

"Hingga saat ini, kami masih menganalisis lokasi ditemukannya jasad korban untuk mencari petunjuk terkait dugaan pelaku pembunuhan itu," kata Andika.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban terakhir terlihat pada Kamis 7 Juli 2016, sekitar pukul 11.00 Wita bersama seorang pria yang diperkirakan berusia antara 40-45 tahun.

Pria berinisial Jr, berperawakan sedang itu diduga kuat sebagai pembunuh tersebut karena menghilang bersama korban. Ia diduga telah melarikan diri ke wilayah Kalimantan Utara.