Ketika Para Pemudik Tiba

Oleh Fajar Abrori pada 04 Jul 2016, 04:00 WIB
Diperbarui 04 Jul 2016, 04:00 WIB
Arus Mudik
Perbesar
Para pemudik menuntaskan arus mudik tiba di kampung halaman

Liputan6.com, Solo - Tantangan berat menghadang para pemudik dari Jakarta dan sekitarnya. Kemacetan hebat terjadi di akses-akses keluar Jawa Barat, dan jalanan di kota-kota berikutnya. Sampai di kampung halaman, lelah perjuangan itu sirna.

Di Solo, Jawa Tengah, jumlah pemudik yang tiba di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, hingga H-4 telah mencapai 101.775 orang. Puncak kedatangan pemudik diperkirakan terjadi pada Minggu malam, 3 Juli 2016.

Pantauan Liputan6.com di Terminal Tirtonadi, bus yang mengangkut para pemudik dari arah barat tidak begitu banyak yang masuk ke Terminal Tirtonadi, Solo, hingga Minggu siang. Hal ini disebabkan macetnya jalur Brebes, sehingga menyebabkan kedatangan bus di Tirtonadi menjadi molor.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Tirtonadi, Solo, Eko Agus Susanto, mengatakan jumlah pemudik yang masuk ke Terminal Tirtonadi hingga H-4 Lebaran mencapai 101.775 orang. Sedangkan jumlah bus yang masuk ke terminal mencapai 8.118 armada.

"Dari jumlah kedatangan pemudik paling banyak pada H-4 yang mencapai 28.260 orang, disusul pada H-6 sekitar 27.305 orang, kemudian pada H-5 jumlahnya mencapai 25.702 pemudik serta H-7 mencapai 20.508 pemudik," kata dia di Terminal Tirtonadi, Solo, Minggu, 3 Juli 2016.

Sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, menurut dia, jumlah kedatangan pemudik di Terminal Tirtonadi tidak sebanyak pada hari sebelumnya. Hal ini disebabkan terjadinya kemacetan di jalur Pantura Brebes yang menyebabkan terjadinya keterlambatan kedatangan dari jadwal awal.

"Hingga Minggu siang saja rombongan mudik gratis yang diberangkatkan dari Jakarta, Sabtu kemarin pukul 10.00 WIB saja belum tiba. Yang datang baru rombongan yang lewat jalur selatan," ucap dia.

Para pemudik tiba di tujuan (Liputan6.com / Reza Kuncoro)

Hingga H-4 Lebaran, jumlah bus yang telah tiba di Terminal Tirtonadi mencapai 8.118 bus. Jumlah tersebut terdiri atas bus reguler dan bus angkutan gratis yang disewa sejumlah instansi u‎ntuk mengangkut para pemudik. Untuk bus-bus mudik gratis telah terpantau mengalami kenaikan sejak H-6 hingga H-4 Lebaran.

"Kelihatannya nanti akan terjadi puncak kedatangan karena yang macet di Brebes kemungkinan akan tiba di terminal pada malam nanti," ujar dia.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Sampai Stasiun Tugu

Sementara itu, ribuan pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api telah tiba di Stasiun Tugu sejak Sabtu, 2 Juli 2016. Dari ribuan pemudik itu, mayoritas merupakan pemudik yang datang dari wilayah bagian timur.

Kepala Daop VI, Hendy Helmy, mengungkapkan pemudik sudah mulai berdatangan sejak Sabtu, 2 Juli 2016 kemarin di wilayah Yogya dan Solo. Jumlah kedatangan terlihat naik signifikan dibandingkan dengan jumlah keberangkatan.

"Kemarin pemudik sudah mulai berdatangan. Dari jumlah itu justru yang paling mencolok adalah peningkatan jumlah penumpang dengan kedatangan dari wilayah timur. Jumlahnya bisa mencapai 12.000 penumpang per hari. Sementara jumlah penumpang dengan keberangkatan dari Daop VI bisa mencapai 6.000-7.000 penumpang per hari," dia menjelaskan di Stasiun Balapan Solo, Minggu, 3 Juli 2016.

Para pemudik tiba di tujuan (Liputan6.com / Reza Kuncoro)

Ia memastikan jika jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi naik. Persentase kenaikan bisa mencapai 10-20 persen penumpang yang berangkat maupun yang tiba di wilayah Daop VI.

"Sulit untuk mengukur peningkatan jumlah penumpang per hari jika dibandingkan tahun lalu. Karena jatuhnya tanggal Lebaran itu beda. Tapi yang pasti lonjakan penumpang ini kentara terlihat di hari Sabtu dan Minggu," Hendy menjelaskan.

Untuk mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang kereta, ia mengoperasikan 16 kereta ekstra. "Kereta ekstra itu untuk arus mudik dan balik Lebaran dengan tujuan dan keberangkatan di wilayah Solo dan Jogja (Daop VI)," kata Hendy Helmy.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya