Diadang Penolakan, Zumi Zola Ngotot Ingin Belah Gunung Kerinci

Oleh Bangun Santoso pada 08 Jun 2016, 11:30 WIB
Diperbarui 08 Jun 2016, 11:30 WIB
Gunung Kerinci

Liputan6.com, Jambi - Gubernur Jambi Zumi Zola kembali menegaskan tekadnya membelah hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Kerinci dengan alasan sebagai jalur evakuasi. Padahal, rencana tersebut banyak menuai penolakan.

"Saya yakin harus ada jalur evakuasi antisipasi bencana Gunung Kerinci. Saya akan terus perjuangkan. Saya sudah beberapa kali bertemu Ibu Menteri (Lingkungan Hidup dan Kehutanan)," ujar Zumi Zola di Jambi, Selasa malam, 6 Juni 2016.

Zumi mengaku sadar rencana membelah Gunung Kerinci itu banyak menuai penolakan. Namun, Zola yakin jalur evakuasi yang dibangun bisa menyelamatkan warga Kabupaten Kerinci jika terjadi bencana letusan Gunung Kerinci yang saat ini berstatus waspada level II.

Zola mengungkapkan penolakan tak hanya datang dari sejumlah pemerhati lingkungan, tetapi juga dari sejumlah pihak di Kementerian Kehutanan. Hal itu diketahui saat Zola menghadiri kegiatan lingkungan hidup di Kementerian LHK di Jakarta belum lama ini.

"Ada tujuh profesor dari Kementerian LHK kemarin di Jakarta, kami bertemu dan saya memaparkan bagaimana lingkungan hidup di Jambi. Saat saya ditanya kenapa harus membuat Jalur evakuasi dengan hutan lindung, saya menjawab karena saya punya tanggung jawab besar dengan masyarakat," kata Zola menjelaskan.

Saat itu, sejumlah profesor tersebut meminta Zola agar hutan lindung TNKS dipertahankan. Hanya saja, Zola tetap keras kepala dengan keputusannya untuk membuat jalur evakuasi bagi warga sekitar Gunung Kerinci.

Zola menambahkan, dirinya selaku Pemprov Jambi siap melakukan seluruh tahapan dan kajian apabila Kementerian menyetujui pembukaan jalur evakuasi di Kerinci tersebut. Namun, ia menyatakan menyerahkan keputusan final pada Kementerian Kehutanan

"Kerinci itu bentuknya sudah seperti kuali, beberapa hari kemarin Gunung Kerinci terus menampakkan aktivitasnya dengan mengeluarkan asap. Masyarakat harus diselamatkan," ujar Zola beralasan.

Sebelumnya, Direktur Hayati Sumatera Musnardi Munir menilai rencana Zumi Zola adalah blunder bagi kelestarian alam hutan TNKS. Ia berpendapat pembukaan jalur evakuasi akan membuka jalan bagi para perambah. Apalagi, selama ini lebatnya hutan TNKS tidak hanya terkenal dengan flora dan faunanya, tapi juga sumber daya alamnya yang melimpah.

Kritikan juga datang dari pihak Balai TNKS. Kasi Perencanaan Wilayah I Balai TNKS, Agusman mengatakan, pembukaan jalur evakuasi di TNKS akan mengancam habitat satwa dilindungi di dalam hutan tersebut.

Menurut Agusman, sebenarnya, jalur evakuasi tanpa membelah TNKS sudah tersedia dan hanya tinggal pembenahan saja. "Yang saat ini belum ada adalah titik-titik atau lokasi berkumpul warga sebelum bencana atau seperti saat status waspada level dua, tiga atau status awas. Jadi, bukan jalur evakuasinya,"  ujar Agusman saat dihubungi Liputan6.com dari Jambi, Selasa malam, 26 April 2016 lalu.

Agusman menyatakan, sejak beberapa tahun terakhir memang banyak pemerintah provinsi maupun kabupaten banyak mengajukan usulan pembukaan jalur di TNKS. Total ada 30 titik jalur yang diusulkan. Usulan tersebut meliputi TNKS yang berada di Provinsi Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

"Rata-rata alasannya untuk jalur evakuasi. Namun tidak ada satu pun yang disetujui sampai saat ini," kata Agusman.