Rutan Malabero Bengkulu Terbakar, 256 Tahanan Dievakuasi

Oleh Yuliardi Hardjo Putro pada 25 Mar 2016, 23:21 WIB
Diperbarui 25 Mar 2016, 23:21 WIB
ilustrasi kebakaran
Perbesar
Ilustrasi petugas kebakaran memadamkan api | Via: liputan6.com

Liputan6.com, Bengkulu - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B yang berlokasi di Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, dilalap si jago merah pada Jumat malam.

Kepala kanwil Depkumham Provinsi Bengkulu Putu Dewa Gede mengatakan, berdasarkan laporan dari kepala rutan, api diduga berasal dari Blok D. Lalu menjalar ke hampir semua ruang tahanan, yang berisi 256 tahanan titipan kejaksaan maupun titipan kepolisian.

"Api dari Blok D dan saat ini sedang diupayakan pemadaman oleh unit bantuan pemadam kebakaran Kota Bengkulu," ujar Dewa, saat dihubungi, Bengkulu, Jumat (25/3/2016) malam.

Seluruh tahanan, kata Dewa, saat ini sudah dievakuasi ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bentiring, yang berjarak 10 km dari rutan, dengan pengawalan aparat bersenjata laras panjang.


Mereka akan ditempatkan di salah satu blok yang dikosongkan secepatnya malam ini juga. Untuk mengantisipasi kerusuhan atau tindak kejahatan saat pemindahan, pihak rutan juga meminta kepolisian untuk mensterilkan jalur lalu lintas yang dilalui kendaraan evakuasi.

"Kita tempatkan mereka di blok yang dikosongkan dan memang aman, sebab tahanan ini tidak sama dengan para narapidana. Untuk menghindari bentrok, mereka akan dikawal ketat sejak dari evakuasi hingga dinyatakan aman dan sudah masuk ke ruang masing-masing," papar Dewa.

Terkait perkantoran rutan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kepala LP Bentiring, untuk menyediakan ruang khusus staf dan administrasi pascakebakaran. Sambil menunggu kondisi rutan diperbaiki dan dinyatakan laik digunakan kembali.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya