Kapal Pengangkut Elpiji Meledak di Dermaga Bulukumba, 1 ABK Tewas

Oleh Eka Hakim pada 20 Mar 2016, 15:22 WIB
Diperbarui 20 Mar 2016, 15:22 WIB
Kapal Tanker Meledak, Kapten Hilang
Perbesar
Kamis 29 Mei 2014, sebuah kapal tanker minyak seberat 998 ton meledak di lepas pantai Jepang. (AFP PHOTO/Japan Coast Guard)

Liputan6.com, Makassar - Kapal Layar Motor (KLM) Simpati yang mengangkut ratusan ton tabung elpiji meledak di Dermaga Leppe'e, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kemarin malam sekitar pukul 22.20 Wita. Kapal pengangkut gas tersebut sebelumnya berlayar dari Kabupaten Kepulauan Selayar menuju Bulukumba.

Kapolres Bulukumba Ajun Komisaris Besar Slamet membenarkan kejadian tersebut. Akibat ledakan kapal, seorang anak buah kapal (ABK) Ahmad tewas tenggelam dan baru ditemukan oleh tim Basarnas yang dibantu dengan potensi SAR lainnya termasuk Polair Polres Bulukumba, Minggu siang tadi sekitar pukul 11.30 Wita.

"Dugaan berawal dari sebuah tabung yang meledak, ‎kemudian kapal turut meledak karena kebetulan muatannya semuanya tabung elpiji yang rencananya akan dibongkar di Kabupaten Bulukumba," ucap Slamet saat dihubungi Liputan6.com dari Makassar melalui telepon, Minggu (20/3/2016).

Senada dengan Slamet, Sutrisno Usman selaku Dansru SAR Universitas Negeri Makassar (UNM) juga membenarkan adanya informasi terbakarnya KLM Simpati yang mengangkut tabung elpiji yang tujuannya hendak ke Kab. Bulukumba, sulsel.

"Iya korban yakni ABK bernama Ahmad sudah dievakuasi. Dia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan telah dievakuasi oleh Basarnas Bulukumba ke sebuah rumah sakit di Kota Bulukumba," tutur Sutrisno.

Ia menjelaskan, pencarian terhadap ABK yang dinyatakan tewas dalam insiden kapal meledak tersebut dilakukan sejak semalam dan baru ditemukan tadi sekitar pukul 11.30 Wita.‎ Adapun tim yang terlibat dalam pencarian hingga proses evakuasi, yakni Basarnas, potensi SAR, aparat Kepolisian Resor Bulukumba dan warga setempat.