BNN: Bupati Ogan Ilir Positif Gunakan Narkoba

Oleh Nefri Inge pada 14 Mar 2016, 11:49 WIB
Diperbarui 14 Mar 2016, 11:49 WIB
BNN: Bupati Ogan Ilir Positif Gunakan Narkoba
Perbesar
BNNP enggan mengungkapkan jenis narkoba yang digunakan Bupati Ogan Ilir, AWN. (Liputan6.com/Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Hasil tes urine usai penggerebekan di rumah orangtua Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi Mawardi (AWN), telah keluar. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan Brigjen Iswandi Hari menyebutkan, 5 dari 18 orang yang diamankan positif menggunakan narkoba.

"Yang ditangkap tadi malam Bupati OI (Ogan Ilir), 2 pegawai negeri sipil (PNS) dan 2 orang swasta yang positif gunakan narkoba di rumah," ujar Iswandi kepada Liputan6.com, saat ditemui di kantor BNNP Sumsel, Senin (14/3/2016).

Menurut Iswandi, penangkapan kelima orang itu berdasarkan informasi warga. Kelimanya terdiri dari Bupati OI AWN (28), PNS Rumah Sakit Ernaldi Bahar FR (39), PNS Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) DA (32), penjaga rumah AWN MD (29), dan buruh pabrik JN (39).

Saat ditanya tentang jenis narkoba yang digunakan, Iswandi enggan membeberkannya. Menurut dia, publikasi jenis narkoba akan membawa hal buruk bagi masyarakat.


"Untuk jenis narkoba, saya tidak sebutkan. Nanti banyak ditiru yang lain. Yang jelas narkoba," ucap dia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB, BNNP Sumsel sempat membawa kembali MD ke rumah orangtua AWN untuk melengkapi barang bukti yang akan dikumpulkan.

"Kita bersinergi dengan BNN Pusat untuk menyelesaikan penangkapan," imbuh Iswandi.

Setelah diketahui positif menggunakan narkoba, BNNP Sumsel langsung membawa kelima tersangka ke Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Kelima orang itu akan diterbangkan langsung ke Jakarta dan akan diserahkan ke BNN Pusat.

BNNP Sumsel tak hanya berhenti di penggerebekan pejabat Ogan Ilir itu. Mereka kini memburu pemasok narkoba yang menyuplai barang haram tersebut ke para tersangka.

"Sekarang di depan mata ada 1 orang lagi, yang dapat obatnya dari situ. Si kurir tadi yang dapat dari si A. Tapi kita tidak bisa menyebutkan jenisnya," jelas Iswandi.