Pil Koplo 75 Koper Nyaris Diselundupkan dari Semarang

Oleh Edhie Prayitno Ige pada 19 Jan 2016, 14:03 WIB
Diperbarui 19 Jan 2016, 14:03 WIB
Ilustrasi Narkoba (2)
Perbesar
Ilustrasi Narkoba

Liputan6.com, Semarang - Petugas keamanan Bandara International Ahmad Yani Semarang menggagalkan pengiriman 75 koper obat daftar G jenis Zenith Narkhopen. Pengiriman itu tak dilengkapi dokumen sehingga dicurigai sebagai penyelundupan keluar dari Semarang untuk dikirim ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Obat daftar G jenis zenith narkhopen itu biasa digunakan bandit-bandit jalanan dan begal-begal jalanan karena mampu memunculkan keberanian. Untuk mengkonsumsinya, harus dengan resep dokter. Obat G itu biasa disebut pil koplo.

Menurut General Affair and Communications and Section Head PT Angkasa Pura II Bandara Ahmad Yani, Anom Fitranggono, koper-koper berisi obat itu diantar oleh kurir ke pengiriman bandara hari Minggu, 17 Januari 2016. Karena cukup banyak, koper-koper itu kemudian diperiksa petugas dan didapati isi yang tidak sesuai dokumen.

"Saat dibuka isinya obat dan ada dugaan pelanggaran terkait kepemilikan dan penjualan obat," kata Anom Fitrianggono, di Semarang, Selasa (19/1/2016).

Baca Juga


Karena curiga, koper-koper itu kemudian ditangguhkan pengirimannya. Otoritas bandara kemudian berkoordinasi dengan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Propinsi Jawa Tengah untuk memastikan jenis dan bahaya obat-obat itu. Anom menyatakan tindakan itu sebagai langkah antisipasi peredaran obat terlarang.

"Digagalkan karena pencegahan narkoba dan agar tidak disalahkan terkait lolosnya paket mencurigakan," kata Anom.

Mendapat laporan, Polda Jateng kemudian menelusuri kepemilikan obat-obat tersebut. Setelah diselidiki polisi menyatakan bahwa tidak ada unsur pidana kepemilikan obat daftar G itu.

"Sudah dikembalikan kepada yang punya. Hukumannya tindak pidana ringan, hanya masalah administrasi saja," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Eko Widodo.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya