Terompet Tahun Baru dari Cover Al Quran Ditemukan di Kendal

Oleh Edhie Prayitno Ige pada 29 Des 2015, 07:10 WIB
Diperbarui 29 Des 2015, 07:10 WIB
Jelang Tahun Baru, Pengrajin Asal Lamongan Siapkan 9000 Terompet
Perbesar
Saat ini, sekitar 3500 terompet yang terbuat dari bahan limbah kertas itu sudah laku terjual.

Liputan6.com, Semarang - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menerima laporan adanya penggunaan sampul Al Quran sebagai bahan pembuatan terompet tahun baru. Terompet itu pertama ditemukan dijual di wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Temuan itu berawal saat seorang warga di Kebondalem, Kabupaten Kendal, melihat tulisan "Kementrian Agama RI tahun 2013" dan kaligrafi Arab bertuliskan lafadzh Al Quran pada terompet hijau yang dijual di salah satu mini market di Kebondalem, Minggu (27 Desember 2015) lalu. Merasa terusik, warga kemudian melapor ke Polres Kendal.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Nur Ali menjelaskan, polisi segera bertindak cepat dan saat ini masih mendalami secara detail mengenai penggunaan cover Al Quran untuk bahan terompet tersebut.

"Kami terus menyelidiki hal itu, semoga cepat selesai ya," kata Nur Ali kepada Liputan6.com, Selasa (29/12/2015).

 



Pantauan Liputan6.com, polisi sudah menyita puluhan terompet berbahan cover Al Quran dari sejumlah mini market di Kendal yang menjualnya. Di beberapa mini market, terompet sudah terjual habis.

Penjualan tersebut diduga tidak disengaja, karena pihak pengelola mini market tidak mengetahui ada sampul Al Quran karena sudah berbentuk terompet dan tertutup plastik  hias.

Terompet tersebut dijual Rp 3.500. Menurut petugas mini market, terompet tahun baru itu dikirim dari gudang perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, sejak 5 Desember 2015 lalu.

Sebanyak 21 mini market ternama sudah didatangi polisi untuk menyita terompet yang belum laku terjual.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Burhanudin mengatakan, terompet tersebut sempat berada di Semarang, yakni saat masih berada di gudang. Data sementara, produsen terompet itu berada di Solo.

"Diproduksi di Solo. Disebarkan di mini market. Kebetulan yang ditemukan di Kendal," kata Burhanudin.

Pihaknya akan mengantisipasi agar tidak ada peristiwa serupa di Kota Semarang. Burhanudin menegaskan, anggotanya akan bersiaga untuk pengamanan menjelang hingga berakhirnya perayaan tahun baru.