UM Surabaya Nyalakan 1.000 Lilin, Tolak Stigma Negatif HIV/AIDS

Oleh Dhimas Prasaja pada 01 Des 2015, 16:38 WIB
Diperbarui 01 Des 2015, 16:38 WIB
1.000 lilin
Perbesar
1.000 lilin untuk penderita HIV/AIDS (Liputan6.com/ Dhimas Prasaja)

Liputan6.com, Surabaya - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya jurusan Fakultas Kesehatan memperingati Hari AIDS Sedunia dengan menyalakan 1.000 lilin berbentuk pita. Mereka juga menggelar diskusi bersama penderita HIV/AIDS atau ODHA.

Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surabaya Septian Galuh Winata mengatakan, seminar dan aksi 'Solidaritas Menolak Kekerasan Simbolik kepada ODHA' yang digelar di Auditorium Gedung G lantai 6 Universitas Muhammadiyah Surabaya ini ingin menunjukkan bahwa orang hidup dengan HIV/AIDS masih memiliki harapan hidup dan bisa diterima di masyarakat.

"Bagi kami ini adalah momentum untuk menyampaikan bahwa kita harus menghentikan adanya diskriminasi dan stigma terhadap pengidap HIV/ODHA," imbuh Dosen fakultas Kesehatan lainnya Yuanita Wulandari, Selasa (1/12/2015).

Dia menjelaskan, dinyalakannya seribu lilin sebagai simbol masyarakat masih peduli terhadap penderita HIV/AIDS.

"Makna lilin ini adalah masyarakat atau kami masih ada di antara pengidap HIV, dan untuk itu kami sebagai akademisi membentuk kader dengan nama aku bangga aku bermakna," pungkas perempuan berjilbab ini.


Sementara itu, Jinal yang seorang penderita AIDS mengatakan, penderita HIV/ODHA harus hidup nrimo (menerima).

"Artinya, hidup di dunia itu apapun harus diterima apa pun risiko itu harus diterima," papar pria yang mengabdi di RSUD D. Soetomo ini di hadapan ratusan mahasiswa UM Surabaya.

Dia menyampaikan pengalamamnya saat divonis mengidap HIV sejak 2000. Awalnya dia suka menyendiri dan terkadang stres.

"Waktu itu tepatnya bulan 8, dan aku sendiri tanya pada dokter, ini penyakit apa dokter, padahal aku tak pernah hubungan seks di luar nikah atau sama orang luar negeri (turis). Tapi akhirnya tahu dan aku berusaha tegar meskipun ada masyarakat yang mencibir saya," kata Jinal.