Ada Gerai Vaksin di KM 208 B Tol Palikanci, Yuk yang Belum Suntik!

Oleh Liputan6.com pada 05 Mei 2022, 12:30 WIB
Diperbarui 05 Mei 2022, 12:30 WIB
FOTO: Melihat Sentra Vaksinasi COVID-19 di Jakarta
Perbesar
Vaksinator menyuntikkan vaksin AstraZeneca kepada warga saat peresmian Sentra Vaksinasi COVID-19 di RS St. Carolus, Jakarta, Senin (14/6/2021). Sentra vaksinasi ini melayani warga 18 tahun ke atas, pralansia, serta pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menambah layanan pada arus Balik Lebaran 2022, Polres Kota Cirebon menyediakan gerai vaksin bagi para pemudik ataupun pengendara yang menjalani arus balik ke arah barat atau Jakarta. Gerai ini disediakan di Rest Area KM 208 B Jalur Tol Palikanci, Cirebon.

Tenaga medis yang sedang bertugas di gedai Vaksin Rest Area KM 208 B Jalur Tol Palikanci, Mohammad Faisal dan Igi Triyani, mengatakan, gerai vaksin ini telah beroperasi sejak 28 April 2022. Menurut Faisal, sejauh ini satu orang yang menjalani vaksinasi di gerai mereka karena kebanyakan pemudik khawatir dengan efek samping dari vaksin tersebut.

Igi menambahkan dirinya memahami keengganan masyarakat untuk melakukan vaksinasi, terutama penguat, karena memiliki efek samping yang cukup terasa. "Dari polres cuman menyediakan, bagi yang mau ya boleh, bagi yang tidak juga kami tidak memaksa, khawatir untuk efek samping bagi pemudiknya," ujar dia dikutip dari Antara, Kamis (5/5/2022).

Selain menyediakan vaksin, posko ini juga turut membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan ketika melakukan mudik atau arus balik. Faisal menjelaskan timnya pernah didatangi oleh pemudik yang mengalami sesak napas dan tim posko melakukan pertolongan pertama secara optimal.

"Di sini juga ada layanan lain seperti cek kesehatan, seperti kemarin kita pasien yang datang karena sesak napas," kata dia.

Rencananya, gerai vaksin ini akan terus beroperasi hingga 8 Mei 2022 dengan buka sejak pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Cakupan Vaksinasi COVID-19 Telah Capai 400,5 Juta Dosis

FOTO: Pusat Vaksinasi COVID-19 Massal Darurat di Surabaya
Perbesar
Total cakupan vaksinasi sebanyak 400,5 juta suntikan dari target 450 juta.

Data cakupan vaksinasi yang diperoleh dari Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) hingga Rabu (27/4), menunjukkan, total cakupan vaksinasi sebanyak 400,5 juta suntikan dari target 450 juta.

Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengatakan “ini merupakan pencapaian yang besar berkat dukungan dari seluruh masyarakat,” katanya, melalui keterangan pers, Kamis (28/4/2022).

Secara rinci dari data tersebut ditemukan cakupan dosis 1 mencapai 199 juta atau 95,63%. Cakupan dosis 2 mencapai 164,5 juta (79%), dan cakupan vaksin dosis 3 mencapai 36,8 juta (17,68%).

Sementara itu, golongan lanjut usia (Lansia) di atas 60 tahun merupakan prioritas pemerintah untuk divaksinasi. Sebab Lansia merupakan kelompok yang paling rentan terpapar dan paling tinggi risiko kematian dan kesakitan akibat COVID-19.

Saat ini cakupan vaksinasi Lansia dosis pertama mencapai 17,5 juta (81,66%), dosis kedua 13,9 juta (64,74%), dan dosis ketiga mencapai 3,7 juta (17,22%).

Percepatan cakupan vaksinasi COVID-19 menjadi penting untuk mencegah penularan terutama pada Lansia. Karenanya masyarakat diminta membantu para Lansia untuk segera mendapatkan vaksinasi.

Sejumlah strategi yang sudah dilakukan untuk mengakselerasi vaksinasi Lansia adalah dengan terus membuka sentra-sentra vaksinasi di seluruh Indonesia. Sentra vaksinasi itu dapat memudahkan Lansia mendapatkan vaksinasi di tempat tinggal yang terdekat.


Percepatan Vaksinasi

Vaksinasi di Stasiun Pasar Senen
Perbesar
Kementerian Kesehatan menilai mobilitas mudik akan dinilai lebih masif karena melibatkan puluhan juta orang. Sehingga perlu vaksinasi booster untuk mengurangi risiko jika tertular COVID-19.

dr. Nadia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk vaksinasi COVID-19 jika sudah memiliki jadwalnya.

“Silakan datang ke seluruh pos pelayanan vaksinasi atau sentra pelayanan vaksinasi. Kami mengimbau bagi keluarga yang memiliki anggota keluarganya yang belum mendapatkan vaksinasi untuk segera divaksinasi,” kata dr. Nadia.

Kementerian Kesehatan menilai mobilitas mudik akan dinilai lebih masif karena melibatkan puluhan juta orang. Sehingga perlu vaksinasi booster untuk mengurangi risiko jika tertular COVID-19.

Pemerintah mewajibkan vaksinasi booster untuk meningkatkan kekebalan imunitas masyarakat. 


Anjuran Vaksin Booster

 Nadia juga mengatakan diwajibkannya vaksinasi booster tidak semata-mata tanpa pertimbangan yang jelas.

“Mobilitas masyarakat yang masif memungkinkan penularan COVID-19 yang lebih tinggi. Maka dari itu vaksinasi booster penting dilakukan untuk membantu mengurangi dampak kesakitan jika tertular COVID-19,” katanya di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Maret lalu.

Hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan tentang mudik Lebaran 2022 diketahui potensi masyarakat yang akan melakukan mudik berjumlah sekitar 80 juta orang. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah penonton acara MotoGP Mandalika yang dibatasi maksimal sebanyak 60 ribu orang.

Infografis Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik Lebaran 2022. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik Lebaran 2022. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya