Tips Cegah Penipuan Online yang Marak Terjadi saat Ramadhan dan Lebaran

Oleh Liputan6.com pada 02 Mei 2022, 13:20 WIB
Diperbarui 02 Mei 2022, 13:20 WIB
Ilustrasi Belanja Online, e-Commerce, eCommerce, Online Marketplace, Bisnis Online
Perbesar
Ilustrasi Belanja Online, e-Commerce, eCommerce, Online Marketplace, Bisnis Online

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah naiknya transaksi keuangan saat Ramadhan lalu dan Lebaran 2022 atau Idul Fitri 1443 Hijriah, sangat penting bagi masyarakat untuk mewaspadai berbagai potensi penipuan online yang kerap terjadi ketika berbelanja memenuhi kebutuhan Lebaran.

Menurut layanan keuangan digital Flip, beberapa kasus penipuan online atau daring mudah ditemui, di antaranya penipuan undian menang THR, situs belanja online palsu, dan pinjaman online ilegal.

Kemudian ada pula bagi-bagi voucer belanja tiruan, munculnya akun-akun palsu menyerupai kanal resmi perusahaan, dan modus permintaan pembaruan data.

Untuk mencegah terjadinya penipuan online atau daring, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, melansir Antara, Selasa (2/5/2022):

1. Jangan Sembarang Klik Tautan Mencurigakan

Beberapa pihak tak bertanggung jawab biasanya memanfaatkan link atau tautan untuk melakukan penipuan, termasuk untuk kepentingan memperoleh transaksi uang maupun data pribadi.

Di momen seperti ini, tak jarang ditemui beberapa tautan palsu yang mengatasnamakan perusahaan untuk membagi-bagikan voucer belanja, THR, maupun doorprize Lebaran.

Pelaku akan memberikan pesan yang menarik bagi korban dengan iming-iming mendapat manfaat tertentu apabila mengikuti prosedur masuk ke dalam tautan tersebut.

Tidak hanya itu, tautan mencurigakan biasanya dibuat sekilas mirip dengan website atau tautan resmi perusahaan yang asli.

Oleh karena itu, sebelum Anda mengeklik tautan yang diterima, pastikan bahwa tautan itu resmi dari perusahaan. Selan itu, jangan sampai mudah tergiur dengan ajakan masuk ke link palsu yang berkedok hadiah ataupun pembaruan data pribadi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tips Selanjutnya

Belanja Online. Unsplash/rupixen.com
Perbesar
Belanja Online. Unsplash/rupixen.com

2. Jangan Bagikan OTP

One Time Password (OTP) merupakan kode verifikasi atau kata sandi sebagai salah satu lapisan keamanan saat bertransaksi online.

Mereka yang berniat mengambil alih akun seseorang atau bertransaksi dengan memanfaatkan aplikasi milik orang lain secara ilegal akan mencuri kode OTP yang kita terima.

Saat bertransaksi secara online dan menerima kode OTP resmi dari perusahaan, baik dari SMS maupun email, pastikan kode tersebut tidak diketahui orang lain. Lebih lagi, jika Anda tidak pernah meminta (request) kode OTP ke penyedia layanan.

Namun, apabila Anda benar-benar menghadapi pembajakan OTP, maka segera hubungi call center resmi perusahaan atau penyedia jasa layanan transaksi online tersebut.

3. Gunakan Kanal Resmi Komunikasi Perusahaan

Cara paling aman untuk memastikan keabsahan informasi layanan transaksi online yang sedang digunakan adalah dengan menghubungi langsung kanal komunikasi resmi perusahaan atau penyedia jasa dan layanan transaksi online .

Meski demikian, Anda harus tetap ekstra waspada, mengingat saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab mengelabui konsumen dengan membuat kanal-kanal komunikasi palsu yang mirip dengan kanal resmi perusahaan.

Untuk melindungi para pengguna dan mendukung kebutuhan transaksi uang secara aman dan nyaman khususnya saat Lebaran, Flip terus mengimbau masyarakat dan pengguna agar memanfaatkan kanal komunikasi resmi Flip ketika membutuhkan informasi layanan transaksi keuangan.

Beberapa kanal komunikasi Flip yang resmi untuk layanan pengguna adalah sebagai berikut.

Email lapor@flip.id serta hello@flip.id; telepon +6221 50928829; kolom chat Bantuan pada aplikasi Flip; kolom chat Bantuan pada laman flip.id; Twitter @flip_id yang bercentang biru; Facebook flip.id yang bercentang biru; dan Instagram @flip_id yang bercentang biru.

 


Pertama Sejak Pandemi, Bandara Soetta Layani 1.000 Penerbangan di Mudik Lebaran 2022

FOTO: Suasana Bandara Soetta Pasca Larangan Mudik Dicabut
Perbesar
FOTO: Suasana Bandara Soetta Pasca Larangan Mudik Dicabut. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, pelaksanaan Angkutan Mudik Lebaran 2022 di seluruh bandara PT Angkasa Pura II berjalan lancar. AP II dan stakeholder memastikan bahwa aspek keamanan, keselamatan, pelayanan dan protokol kesehatan menjadi fokus utama dalam menyambut pemudik di seluruh bandara perseroan.

Sejalan dengan hal ini, pergerakan penumpang di seluruh bandara AP II pada Angkutan Lebaran 2022 saat arus mudik H-10 hingga H-4 (22 - 28 April) mencapai 1,08 juta orang dan dapat terlayani dengan baik. Pada periode tersebut, pergerakan pesawat mencapai 9.416 penerbangan.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia, pergerakan penumpang pada H-10 hingga H-4 tercatat sebanyak 778.529 orang dengan 6.467 penerbangan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi koordinasi dan kolaborasi yang baik di antara pemangku kepentingan di sektor perhubungan udara.

“Secara umum saya mengapresiasi kolaborasi antara operator bandara, operator sarana dan navigasi karena mereka kompak,” ujar Menhub saat memantau Angkutan Lebaran 2022 di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

Menhub juga menuturkan peningkatan lalu lintas penerbangan selama Angleb 2022 menjadi kabar baik bagi sektor penerbangan.

“Saya gembira sekali. Sesuai laporan Dirut Angkasa Pura II tadi, kemarin melampaui 1.000 penerbangan [Bandara Soekarno-Hatta]. Itu pertama kali dalam 2 tahun terakhir [sejak pandemi melanda],” jelas Menhub Budi.

 


Pengaturan Lalu Lintas Penerbangan

PPKM Level 3 Bakal Diterapkan Saat Libur Nataru
Perbesar
FOTO: Suasana Bandara Soetta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menhub menuturkan AP II dan AirNav Indonesia agar tetap fokus dalam melakukan pengaturan lalu lintas penerbangan dengan baik.

Di tempat yang sama, President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 28 April 2022, mencapai 1.054 penerbangan atau sekitar 91 persen dari frekwensi penerbangan pada 2019 saat pandemi belum melanda.

“Selama 2 tahun terdampak pandemi, pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta setiap harinya tidak lebih dari 1.000 penerbangan/hari. Tapi, pada Kamis, 28 April 2022, pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta untuk pertama kalinya menembus lebih dari 1.000 penerbangan/hari, tepatnya 1.054 penerbangan, yang menggambarkan 91% dari kondisi saat belum ada pandemi COVID-19 pada 2019.”

“Koordinasi yang sangat baik antara AP II selaku operator Bandara Soekarno-Hatta, maskapai dan AirNav Indonesia dalam membuat pengaturan penerbangan, slot time, layanan ground handling dan sebagainya berjalan sangat baik meski kita berada di periode tingginya permintaan. Kami berterima kasih juga kepada para penumpang pesawat yang turut mendukung kelancaran Angleb 2022 di bandara AP II,” ujar Muhammad Awaluddin.

Muhammad Awaluddin menambahkan sejalan dengan peningkatan pergerakan pesawat, jumlah penumpang di bandara-bandara AP II pada Angleb 2022 juga mengalami peningkatan.

Pada arus mudik H-10 hingga H-4 (22 - 28 April 2022), pergerakan penumpang pesawat di bandara AP II sudah menembus 1,08 juta orang.

Muhammad Awaluddin mengatakan keberadaan gedung Airport Operation Control Center (AOCC) sebagai wadah kolaborasi stakeholder bandara yang didukung dengan sistem Airport Collaboration Decision Making (A-CDM) dapat membuat Bandara Soekarno-Hatta menghadapi setiap situasi dan kondisi termasuk saat tingginya lalu lintas penerbangan.

Kelancaran Angkutan Lebaran 2022 di Bandara Soekarno-Hatta juga didukung dengan sejumlah strategi operasi di antaranya mengaktifkan kembali Terminal 1 yang sebelumnya dinonaktikkan di tengah pandemi. Sejalan dengan itu, seluruh terminal penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Terminal 1, 2 dan 3) kini dioperasikan. Skytrain juga dioperasikan untuk mendukung mobilitas pemudik di dalam area Bandara Soekarno-Hatta.

Infografis Waspada Penipuan Online Shop via Medsos
Perbesar
Infografis Waspada Penipuan Online Shop via Medsos. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya