Startup Lokal Bananas Luncurkan Layanan 24 Jam Sepanjang Ramadhan 2022

Oleh Iskandar pada 13 Apr 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 13 Apr 2022, 15:00 WIB
Belanja
Perbesar
Ilustrasi belanja. (Pexels.com/Artem Beliaikin)

Liputan6.com, Jakarta - Startup quick commerce asal Indonesia, Bananas, meluncurkan layanan 24 jam sepanjang Ramadhan 2022. Dengan demikian, waktu berbelanja kebutuhan sehari-hari untuk kebutuhan ibadah puasa lebih fleksibel.

Layanan 24 jam ini berlaku di tujuh outlet Bananas yang tersebar di Jakarta. Antara lain Sudirman, Senayan, Senopati, Kelapa Gading, Sunter, Kuningan, dan Pantai Indah Kapuk.

Founder dan CEO Bananas, Mario Gaw, mengatakan sejak awal berdiri perusahaan selalu berkomitmen untuk melakukan berbagai bentuk inovasi guna memenuhi kebutuhan pelanggan.

"Dengan ditambahnya jam buka outlet menjadi 24 jam, kami yakin di bulan Ramadan ini akan mempermudah pelanggan dalam persiapan berbuka puasa, takjil, dan sahur," ujar Mario melalui keterangannya, Rabu (13/4/2022).

Tidak hanya inovasi jam operasional, untuk melengkapi kenyamanan konsumen, startup lokal ini juga menerapkan kebijakan 'Alway Fresh', di mana selalu berkomitmen untuk memberikan pilihan produk terbaik untuk konsumen.

Jika konsumen mendapati produk yang mereka terima dirasa kurang segar, maka mereka dapat menyampaikan keluhan kepada customer service untuk kemudian dilanjutkan proses pengembalian dana sesuai syarat dan ketentuan yang sudah tertera pada aplikasi.

Kebijakan ini semakin memantapkan langkah perusahaan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya, dan tentunya juga membedakan layanan Bananas dengan yang lain di pasar quick commerce Indonesia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

 


Algoritme Berbasis Data

Bananas
Perbesar
BANANAS resmi diluncurkan, siap garap pasar quick commerce groceries.

Kristian Sinaulan, Founder & CTO Bananas, menjelaskan dengan dibukanya layanan 24 jam pihaknya menjalankan algoritme berbasis data yang lebih kompleks untuk dapat mempelajari perilaku pelanggan sepanjang hari dan memprediksi perilaku pembelian berdasarkan preferensi waktu dan produk.

"Kami juga memastikan pengalaman berbelanja terbaik untuk meningkatkan interaksi dan retensi pelanggan melalui UI/UX yang terus kami perbaiki,” ucapnya.

Bananas juga hadirkan kurasi produk untuk menyesuaikan dengan berbagai momentum yang ada. Contohnya pada saat Ramadhan ini Bananas menyuguhkan ragam pilihan produk untuk menjawab berbagai kebutuhan dari konsumen untuk berbuka puasa, pilihan takjil bervariasi hingga kebutuhan untuk persiapan sahur.

Untuk diketahui, quick commerce sendiri adalah metode pengiriman pesanan dalam jumlah kecil namun cepat. Bananas memungkinkan pelanggan dapat berbelanja ribuan barang kebutuhan sehari-hari secara cepat dalam hitungan menit dengan pilihan variasi produk beragam, fresh, dan harga kompetitif.

"Layanan quick commerce masih terbilang baru di Indonesia. Namun, kami melihat adanya peluang besar pada groceries market ini, mengingat besarnya populasi masyarakat Indonesia dan luasnya pasar untuk barang kebutuhan sehari-hari yang belum tergarap," tutur Mario.

Ia menambahkan perusahaan ingin menciptakan pengalaman berbelanja menyenangkan bagi konsumen dan terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 


Pendanaan Awal

Bananas
Perbesar
BANANAS resmi diluncurkan, siap garap pasar quick commerce groceries.

Startup ini mengandalkan hub mikro berbasis teknologi yang disebut dark stores dalam menjalankan bisnisnya.

Dark stores ditempatkan di berbagai lokasi strategis mendekati area pemukiman yang memungkinkan perusahaan mengantar produk pesanan kepada pelanggan secara instan.

Sebelumnya, Bananas pada awal Februari 2022 mengumumkan telah mendapat pendanaan awal sebesar US$ 1 juta yang dipimpin oleh East Ventures, dengan partisipasi dari SMDV, ARISE, MDI Ventures, dan beberapa angel investor lainnya.

Tidak hanya itu, Bananas juga diterima dalam Y Combinator Winter 2022, sehingga perusahaan mendapat dana tambahan sebesar US$ 500 ribu, menjadikan total pendanaan awal sebesar US$ 1,5 juta (sekitar Rp 21,5 miliar).

"Pendanaan awal ini akan kami fokuskan untuk mendorong perkembangan bisnis secara cepat diterima oleh pasar dan juga membangun lebih banyak dark stores yang akan menyediakan berbagai macam pilihan produk berkualitas sesuai dengan kebutuhan konsumen," ucap Mario.

Ia menyebut perusahaan menargetkan akan membangun lebih banyak dark stores di berbagai lokasi strategis di Jabodetabek hingga akhir tahun ini.


Infografis 7 Tips Aman Belanja di Pasar Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Infografis 7 Tips Aman Belanja di Pasar Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 7 Tips Aman Belanja di Pasar Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya