Warga Jabodetabek Tarik Tunai Rp 34,8 Triliun Selama Ramadan dan Libur Lebaran

Oleh Tira Santia pada 20 Mei 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 20 Mei 2021, 12:32 WIB
3 Alasan Kenapa Rabu Kemarin Rupiah Menguat
Perbesar
Ilustrasi dana BLT

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia melaporkan peredaran uang tunai selama Ramadan dan libur Lebaran pada 2021 mengalami peningkatan.

Tercatat, peredaran uang selama Ramadan dan libur Lebaran 2021 mencapai Rp 154,5 triliun. Jumlah ini naik 41,5 persen jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2020.

"Dilaporkan oleh BI bahwa peredaran uang BI sebesar Rp 154,5 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 41,5 persen," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seperti ditulis Kamis (20/5/2021).

Airlangga melanjutkan, khusus untuk Jabodetabek BI juga mencatat bahwa penarikan uang tunai naik 61 persen atau sekitar Rp 34,8 triliun. Angka ini lebih tinggi dari angka nasional.

"Dan tentunya pelarangan mudik melalui PPKM telah mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi," jelasnya.

 

 

Efek Pembayaran THR

Ilustrasi uang rupiah
Perbesar
Ilustrasi uang rupiah. (Bola.com/Pixabay)

Airlangga Hartarto sempat mengatakan, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) mampu mengungkit ekonomi 1 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sebab, dana THR diperkirakan mencapai Rp 150 triliun yang akan beredar di publik.

"Terkait dengan kegiatan jelang Lebaran, ada yang didorong pemerintah gerakan perekonomian dengan pembayaran THR," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara online, di Jakarta, Jumat (23/4).

"THR bisa mengungkit 1 persen PDB, sebab pembayaran THR totalnya baik dari sektor tenaga kerja, maupun ASN, TNI, POLRI jumlahnya mendekati Rp 150 triliun atau 1 persen daripada dana yang akan beredar di publik," ujarnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓