Ini Cara Smartfren Atasi Lonjakan Trafik Data Saat Ramadan dan Idul Fitri

Oleh Yuslianson pada 20 Mei 2021, 21:10 WIB
Diperbarui 20 Mei 2021, 21:10 WIB
Smartfren Tingkatkan Kapasitas di Paruh Kedua 2020
Perbesar
Teknisi melakukan pengecekan perangkat BTS di Smartfren BSD, Tangsel, Rabu (4/11/2020). Smartfren terus melakukan pemeliharaan serta optimasi guna memastikan kualitas jaringan yang diperoleh pelanggan seiring dengan kebijakan pemerintah untuk bekerja dan sekolah dari rumah. (Liputan6.com/Pool)

Liputan6.com, Jakarta - Ini merupakan tahun kedua warga muslim harus merayakan Ramadhan dan Idul Fitri ditengah pandemi Covid-19.

Karena hal itu, tradisi silaturahmi secara fisik bersama dengan keluarga atau kerabat di kampung halaman pun harus ditunda dan beralih mengandalkan perangkat mobile, seperti smartphone, tablet, hingga laptop.

Dibantu dengan jaringan internet yang stabil, Lebaran digital dengan keluarga atau sanak saudara di kampung halaman pun dapat dilakukan dengan mudah.

Hal inilah yang berhasil Smartfren mengatasi lonjakan trafik data yang terjadi sepanjang bulan Ramadan dan Idul Fitri, dengan cara melakukan optimasi jaringan, peningkatan kapasitas, dan penerapan teknologi jaringan yang dinamis.

Adapun optimasi jaringan telah 100 persen diselesaikan sejak memasuki Ramadan, serta peningkatan kapasitas dilakukan sesuai dengan meningkatnya trafik data.

Langkah-langkah tersebut untuk memastikan pelanggan bisa menikmati jaringan Smartfren yang 100 persen 4G untuk mendukung kegiatan online, seperti streaming, hingga silaturahmi menggunakan video call maupun media sosial, tulis Smartfren dalam keterangan resminya, Rabu (19/5/2021).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Trafik Data Selama Ramadan dan Idul Fitri

Adapun peningkatan traffic data pada Ramadan dan Idul Fitri 1442 H secara year on year (YoY) mencapai 36 persen, dengan wilayah berkontribusi terbesar adalah Jabodetabek dan Jawa Tengah.

Sedangkan kapasitas dan coverage nasional Smartfren, secara YoY telah berhasil ditingkatkan hingga rata-rata 14 persen sehingga dapat mengatasi peningkatan yang terjadi.

“Kenaikan trafik data kali ini sedikit lebih tinggi dibandingkan prediksi, namun dapat ditangani dengan baik," kata Agus Rohmat, VP Network Operations Smartfren.

Dia menambahkan, "mayoritas kenaikan terjadi di wilayah pemukiman, mengingat saat ini tengah diterapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan banyak kegiatan yang dilakukan secara online dari lokasi masing-masing.”

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Siapkan Satgas Jaringan dan NOC

Sebagai antisipasi terhadap kenaikan traffic data tersebut, sebelumnya Smartfren juga menyiagakan Satgas Jaringan dan Network Operations Center (NOC) yang siaga selama 24 jam, sekaligus didukung call centre Smartfren.

Jaringan telekomunikasi Smartfren telah dirancang menggunakan desain full redundant dan memiliki teknologi automatic switch over sehingga perubahan kebutuhan kapasitas bisa disesuaikan dengan cepat.

Teknologi ini juga berkontribusi mempercepat penanganan jaringan, sehingga gangguan bisa diselesaikan kurang dari satu jam. Berkat rangkaian antisipasi tersebut, Smartfren berhasil memperkecil jumlah keluhan pelanggan terkait jaringan hingga sebesar 60 persen.

(Ysl/Tin)

Lanjutkan Membaca ↓