Pulang Mudik Lebaran Pakai Motor, Cek Kembali Bagian Kaki-Kaki

Oleh Liputan6.com pada 17 Mei 2021, 16:30 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 16:30 WIB
20150714-Bengkel Motor Kebajiran Order-Jakarta
Perbesar
Seorang teknisi tampak memperbaiki roda belakang sebuah sepeda motor, Jakarta, Selasa (14/7/2015). Menjelang H-3 Lebaran, bengkel servis motor di kawasan Pasar Minggu ramai didatangi pengendara yang ingin memperbaiki motornya.(Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Sebelum memulai kembali rutinitas sekembalinya dari mudik Lebaran, sebaiknya Anda mengecek kembali kondisi motor kesayangan. Terutama jika Anda melewati jalanan yang rusak yang menyiksa.

 

Bagian yang cukup sering tersiksa dengan kondisi ini terletak pada kaki-kaki. Terlebih lagi jika Anda membawa beban berlebih yang berpotensi mengurangi umur pemakaian beberapa komponen.

Berikut gejala-gejala yang menjadi indikator kerusakan pada kaki-kaki motor Anda:

Ban Bocor

Komponen yang wajib diperiksa usai melakukan perjalanan panjang adalah ban. Bisa saja ketika melintasi jalan keriting Anda tidak mengetahui jika ban telah tertancap benda-benda tajam seperti kerikil, pecahan kaca, pelat, atau bahkan paku kecil.

Mungkin efek bocor tidak langsung dirasakan oleh pengguna ban tubeless. Namun demikian, benda-benda asing seperti ini berpotensi merobek ban jika terus menerus didiamkan meskipun tidak sampai membuat ban bocor.

Untuk itu, sempatkan waktu memeriksa ban. Bila mendapati ada benda asing yang menancap, maka cabutlah benda-benda asing itu di tukang ban untuk mengantisipasi kebocoran yang mungkin timbul usai dicabut.

 

2 dari 5 halaman

Bearing Roda

Komponen lainnya yang rentan terjadi kerusakan usai melibas jalan "keriting" adalah laher atau bearing roda. Komponen yang menjadi bantalan antara pelek dan as roda ini rentan oblak bila sering melintasi jalan rusak dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Gejala bearing yang sudah mulai oblak adalah sepeda motor terasa goyang saat digeber pada kecepatan di atas 70 km/jam.

Bila dibiarkan terus-menerus tak menutup kemungkinan bearing yang sudah oblak akan pecah dan membuat as dan pelek terikat akibat bearing yang pecah dan macet.

 

3 dari 5 halaman

Pelek Peyang

Andai kata bearing tidak sampai pecah, dampak yang bisa saja dialami oleh pemotor yang sering melibas jalan keriting adalah pelek rodanya peyang.

Gejala ini lebih sering dialami oleh sepeda motor yang masih menggunakan pelek jari-jari. Pemotor dengan tunggangan yang telah menggunakan casting wheel bukan berarti tanpa masalah.

Penyakit pelek peyang juga bisa dialami jika sepeda motor menghajar lubang dengan kecepatan tinggi hingga membuat salah satu bagian pelek bengkok.

4 dari 5 halaman

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran
Perbesar
Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran (Liputan6.com/Triyasni)
5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓