Mengenal Kue Lebaran dari Berbagai Negara, Mulai dari Baklava hingga Aseeda

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 15 Mei 2021, 18:10 WIB
Diperbarui 15 Mei 2021, 18:10 WIB
Baklava
Perbesar
Baklava (Foto: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Idulfitri atau masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai Lebaran adalah momen berakhirnya bulan suci Ramadan. Meski telah ada aturan pasti mengenai ibadah saat Idulfitri, hari raya ini dirayakan dengan cara khas di masing-masing negara.

"Idulfitri adalah sebuah selebrasi setelah mencapai tugas paling relijius sealma sebulan penuh: puasa Ramadan," ujar anggota Muslim Council of Britain Maswood Ahmed, mengutip BBC.

Jika umat Muslim di Indonesia merayakan Lebaran dengan saling bersalaman tanda saling meminta dan memberi maaf, maka di luar negeri umumnya para pria akan saling berpelukan ketika bertemu di jalan sebagai tanda persahabatan, demikian juga dengan para wanita.

"Jika Anda keluar ke jalan, siapa pun yang bertemu di jalan akan saling berpelukan. Idenya adalah, dengan siapa pun kita bertemu, kita berusaha dan menciptakan perasaan bersahabat dan niat baik. Perasaan asing akan dikesampingkan, setidaknya untuk satu hari," jelasnya.

Idulfitri kerap dianggap sebagai Sugar Feast, melimpahnya sajian manis. Masing-masing negara punya hidangan manisnya sendiri-sendiri.

Kalau nastar, kaastengels, dan putri salju adalah kue khas Lebaran di Indonesia, bagaimana dengan di negara lain ya?

Turki

Di Turki misalnya, sajian klasik seperti Baklava dan Turkish delight atau Lokum kerap dikirim ke sanak saudara sebagai hantaran Idulfitri. Selain Baklava, ada pula Seker Bayrami yang tak kalah populer di negara itu.

Irak dan Arab Saudi

Kurma penting dikonsumsi saat Ramadan maupun Idulfitri di Irak. Umumnya kurma dimakan saat sahur. Demikian pula di Arab Saudi.

Selain kurma, kedua negara tersebut punya kue khas yang sama yaitu Kleicha, biskuit dengan cita rasa mawar berisi kacang-kacangan dan kurma.

 

2 dari 6 halaman

Yaman, Rusia, dan China

Yaman

Bint al sahn jadi hidangan khas masyarakat Yaman. Kue manis ini berupa cake madu dengan taburan biji jintan.

Rusia

Saat Idulfitri, Muslim di Rusia kerap menghidangkan Manti, semacam pangsit gurih dengan isian daging yang dibumbui.

China

You Xiang yang terbuat dari tepung, air, dan ragi yang digoreng jadi sajian khas Idulfitri di China. Hidangan ini juga kerap jadi hantaran Lebaran.

3 dari 6 halaman

Bangladesh, Bosnia, dan Burma

Bangladesh

Biasanya saat Lebaran, masyarakat Bangladesh akan makan roti pita gurih dengan kurma. Hidangan tersebut disantap bersama keluarga dan teman.

Bosnia

Mengutip India Times, Tufahija jadi hidangan khas Bosnia setiap Idulfitri. Hidangan ini berbahan apel yang direbus dan diisi kacang walnut serta diberi whipped cream di atasnya.

Burma

Di Burma, orang-orang merayakan Lebaran dengan puding bihun bercita rasa manis. Hidangan ini disajikan dengan kelapa, kismis, dan kacang mete goreng.

4 dari 6 halaman

India, Lebanon, dan Libya

India

Bihun manis juga disajikan sebagai hidangan Lebaran di India, namanya meethi seviyan. Puding susu dan bihun ini disantap di pagi hari setelah salat Id.

Lebanon

Merayakan Idulfitri di Lebanon tanpa maamoul akan dianggap kurang lengkap. Kue kaya mentega ini berisi kurma dan kacang-kacangan dan disajikan hampir di semua rumah di Lebanon.

Libya

Jika kebetulan Anda berada di Libya saat Idulfitri, hampir bisa dipastikan Anda akan menemukan aseeda, hidangan manis seperti jelly. Orang Libya sangat suka aseeda yang dibuat dari tepung gandum dan madu.

 

 

5 dari 6 halaman

Infografis

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
6 dari 6 halaman

Simak Juga Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓