Ada 21 Titik Test Covid-19 Acak saat Arus Balik, Dimana Lokasinya?

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 14 Mei 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 14 Mei 2021, 14:00 WIB
FOTO: Ada Larangan Mudik, Gerbang Tol Palimanan Terpantau Sepi
Perbesar
Petugas medis melakukan tes COVID-19 terhadap seorang pria di Gerbang Tol Palimanan, Jakarta, Jumat, (7/5/2021). Gerbang Tol Palimanan sepi karena adanya kebijakan larangan mudik Lebaran pada tanggal 6-17 Mei 2021 untuk memutus penyebaran COVID-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menyatakan, pasca masa larangan mudik mulai 18-24 Mei 2021, akan dilakukan pengetatan masa berlaku tes Covid-19, baik secara PCR, Rapid Antigen 1x24 jam, dan GeNose pada hari yang sama sebelum keberangkatan.

Selain itu, Adita menyampaikan, sesuai hasil rapat koordinasi (rakor) dengan unsur terkait seperti Kepolisian, TNI, Satgas Penanganan Covid-19, dan Pemerintah Daerah, disepakati mulai 15 Mei 2021 akan dilakukan pengecekan kesehatan secara acak (random test) kepada pengguna transportasi darat, baik roda empat maupun roda dua.

"Pengecekan secara acak dilakukan di sekitar 21 titik penyekatan, baik di jalan tol, jalan nasional dan lokasi lain yg dianggap penting," ujar Adita dalam keterangan tertulis, Jumat (14/5/2021).

Untuk memperketat masuknya orang dari wilayah Sumatera ke Pulau Jawa melalui angkutan penyeberangan, ia menambahkan, per 15 Mei 2021 semua penumpang wajib melakukan tes antigen yang alat tes, petugas kesehatan, dan pelaksanannya akan ditingkatkan dibandingkan hari sebeumnya.

"Pelaksanaan tes Covid-19 yang diberikan secara gratis ini akan dilakukan di luar Pelabuhan Bakuheni, dengan mendirikan bangunan berupa tenda-tenda dari BNPB untuk menghindari penumpukan penumpang di pelabuhan," terang Adita.

 

2 dari 3 halaman

Jumlah Pergerakan Orang

FOTO: Ada Larangan Mudik, Jalan Tol Dibatasi Mulai 24 April 2020
Perbesar
Sejumlah kendaraan melintasi ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Mulai 24 April 2020, pemerintah akan memberikan sanksi bagi warga yang nekat keluar masuk wilayah Jabodetabek dan wilayah zona merah virus corona COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Terpadu Pengendalian Transportasi, jumlah pergerakan orang yang keluar Jabodetabek di semua moda baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi, sejak 22 April-11 Mei 2021 mencapai sekitar 1,5 juta orang.

"Kemenhub tetap konsisten untuk melakukan pengendalian transportasi di masa peniadaan mudik dan masa pengetatan (pra dan pasca peniadaan mudik) guna mencegah terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia usai libur lebaran," tegas Adita.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓