Warganet Ungkap Kerinduan Ramadhan di Hari Terakhir Puasa

Oleh Iskandar pada 12 Mei 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 15:00 WIB
Melihat Umat Muslim Pakistan Itikaf di Bulan Ramadhan
Perbesar
Umat Muslim sholat di Masjid Agung Faisal pada awal Itikaf, di sebuah masjid untuk pria selama bulan suci Ramadhan di Islamabad (3/5/2021). Umat Muslim melakukan Itikaf 10 hari terakhir bulan Ramadhan, dalam rangka meraih malam kemuliaan atau Lailatul Qadar. (AFP/Aamir Qureshi)

Liputan6.com, Jakarta - 1 Syawal 1442 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021. Keputusan ini diambil dari hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) bersama sejumlah pihak.

Dengan demikian, Rabu (11/5/2021) adalah hari terakhir umat Muslim melakukan ibadah puasa. Ya, Ramadhan adalah bulan suci yang selalu dinanti kehadirannya setiap tahun oleh umat Muslim.

Maka tak heran, banyak dari mereka yang merasa sedih dan berharap bisa menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun depan.

Pantauan Liputan6.com di Twitter, banyak warganet yang berharap demikian, hingga menjadikan tagar Ramadhan (#Ramadhan) memuncaki trending topic.

"Puasa terakhir, ucapkan selamat tinggal Ramadhan semoga tahun depan Allah mempertemukan kita kembali, insya allah," tulis @KevinHidayat24.

"Sahur terakhir dan puasa terakhir ini sangat memilukan. Begitu banyak harapan untuk bertemu denganmu (Ramadhan) lagi di masa depan," kicau @soaddictm.

"Allah Maha Mendengar, Allah Maha Berkuasa, Allah Maha Adil. Ayo berdoa semaksimal mungkin, kudengar doa di bulan Ramadhan adalah yang terbaik, jadi mari berdoa untuk teman-teman kita karena hari ini adalah hari terakhir Ramadhan," tweet @koogixual.

"Sahur terakhir hari ini. Sampai jumpa lagi tahun depan, Ramadhan," kicau @bayu_joo.

"Hari terakhir Ramadhan, Insyallah kita akan bertemu lagi tahun depan," timpal @arifinipinn.

2 dari 2 halaman

Idul Fitri 1442 H Jatuh pada Kamis 13 Mei 2021

Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Kamis 13 Mei 2021. Keputusan tersebut berdasarkan sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama bersama sejumlah pihak.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, hitungan hisab telah dikonfirmasi petugas Kementerian Agama di daerah yang ditempatkan di 88 titik dari Aceh sampai Papua di 34 wilayah di Indonesia. Dan dari 88 titik itu, tidak ada yang melaporkan melihat hilal.

"Maka berdasarkan hisab posisi hilal minus, dan secara rukyat hilal tidak terlihat, maka penetapan 1 Syawal di istikmalkan seperti dalam sidang isbat yang disepakati," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kementerian Agama, Selasa (11/5/2021).

Perwakilan MUI pun menambahkan, 1 Syawal atau Idul Fitri pada tahun ini jatuh pada Kamis 13 Mei 2021.

Sidang isbat penentuan Idul Fitri 2021 ini digelar secara terbatas, baik daring maupun luring karena masih situasi pandemi Covid-19.

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin sebelumnya mengatakan, sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi, seperti dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, serta sejumlah Dubes negara sahabat dan perwakilan ormas.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim menambahkan, tahapan sidang isbat dilakukan sebagaimana awal Ramadan lalu.

Sesi pertama dimulai pukul 16.45 WIB, berupa pemaparan posisi hilal Awal Syawal 1442H oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag Cecep Nurwendaya. Setelah Magrib, sidang Isbat dipimpin Menteri Agama, diawali dengan mendengarkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal.

Kemenag melakukan rukyatul hilal untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri pada 88 titik di seluruh Indonesia. Untuk di DKI Jakarta misalnya, rukyatul hilal akan dilaksanakan di Gedung Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta lantai 7, Masjid Al-Musyariin Basmol Jakarta Barat, Pulau Karya Kepulauan Seribu, dan Masjid KH Hasyim Asy'ari Jakarta Barat. 

Lanjutkan Membaca ↓