Cerita Warga Muslim di Inggris Kumandangkan Adzan di Tower Bridge London Saat Ramadhan

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 11 Mei 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 13:00 WIB
Kasus Covid-19 di Inggris Lampaui 500 Ribu
Perbesar
Orang-orang berjalan di depan Tower Bridge di London, Inggris, pada 6 Oktober 2020. Inggris melaporkan 14.542 kasus terkonfirmasi baru COVID-19, menambah total infeksi di negara itu menjadi 530.113, menurut data resmi yang dirilis pada Selasa (6/10). (Xinhua/Han Yan)

Liputan6.com, Jakarta- Seorang pengusaha Muslim di Inggris mengungkapkan pengalamannya ketika mengumandangkan adzan dari Tower Bridge di Ibu Kota London

Adzan itu, ia suarakan pada hari Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan 2021.

Kazi Shafiqur Rahman (35) menyampaikan adzan dengan model kepala muazin Masjidil Haram, Sheikh Ali Ahmad Mulla.

Ini adalah model yang dia pelajari sejak kecil dan telah menyulut semangat warga Inggris-Bangladesh untuk menyampaikan adzan di tempat umum.

Diketahui, Sheikh Ali Ahmad Mulla telah menjadi muazin di Masjidil Haram sejak tahun 1975 dan suaranya diakui oleh umat Islam di seluruh dunia meskipun mereka belum pernah mengunjungi Mekah.

Adzan di Tower Bridge menandai berakhirnya buka puasa yang diselenggarakan oleh Tower Hamlets Homes, Masjid London Timur & London Muslim Centre, juga Tower Hamlets Interfaith Forum.

Rahman berbicara tentang kepuasan besar yang didapatnya dari menyampaikan adzan di depan umum.

Ia pun menyampaikan rasa syukurnya karena diberi kesempatan untuk menyampaikan adzan dari Tower Bridge.

"Saya hanya seorang individu biasa dan bagi saya diberkati dengan kesempatan seperti itu menyejukkan hati," kata Rahman, seperti dilansir Arab News, Selasa (10/5/2021).

Meskipun Rahman telah meyampaikan adzan di masjid dan beberapa acara selama lebih dari dua dekade, ini adalah kedua kalinya dia menyampaikannya di tempat ikonik di London.

2020 lalu, Rahman mengumandangkan adzan di jantung distrik keuangan di London, Canary Wharf, dan video penampilannya pun ditonton hingga jutaan kali.

Rahman menambahkan dia berharap untuk menyampaikan adzan di "lokasi ikonik global lainnya seperti Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi.

"Setelah menyampaikan adzan di Canary Wharf tahun lalu, saya menyadari bahwa adzan adalah pesan yang kuat dan saya mengirimkannya ke seluruh dunia melalui media sosial," tuturmya.

"Itu memiliki jangkauan yang sangat besar bahkan di LinkedIn, dan banyak non-Muslim mengatakan betapa memesona mereka menemukan adzan, dan bertanya tentang apa itu sebenarnya," jelasnya.

2 dari 4 halaman

Ungkap Sempat Merasa Gugup

FOTO: Suasana Pagi Pertama Lockdown Nasional Ketiga di Inggris
Perbesar
Orang-orang berjalan melintasi Jembatan London pada pagi pertama penerapan lockdown nasional ketiga di Kota London, Inggris, 5 Januari 2021. Inggris memasuki lockdown nasional ketiga sejak pandemi virus corona COVID-19 dimulai. (AP Photo/Matt Dunham)

Rahman mengatakan awalnya dia terkejut dengan banyaknya daya tarik yang diterima dari video adzan tahun lalu.

"Tapi kemudian saya menyadari bahwa ini adalah firman Tuhan dan panggilan untuk berdoa dan oleh karena itu terikat untuk menjangkau banyak orang," kata Rahman.

"Dampak adzan tahun lalu sungguh luar biasa. Video tersebut mencapai jutaan penonton," ungkapnya.

Menjelang adzan di Tower Bridge, Rahman mengatakan kepada Arab News bahwa dia sempat merasa gugup karena ingin memenuhi penampilan tahun lalu.

"Saya tidak ingin itu salah dan saya ingin memenuhi harapan. Namun, saya juga mengingatkan diri saya sendiri untuk melakukan ini demi Tuhan saja. Dengan media sosial, mudah untuk mengalihkan perhatian dan memikirkan daya tarik yang akan didapat dari penyampaian adzan ini. Tapi itu bukan niat saya. Saya terus mengingatkan diri saya sendiri bahwa saya melakukannya demi Tuhan dan hanya untuk Dia," tuturnya.

Rahman, yang berbasis di London, mengatakan bahwa dia berterima kasih kepada Allah SWT karena telah memberinya kesempatan ini dan suaranya yang merdu.

"Saya hanya orang biasa tetapi saya merasa Tuhan telah menganugerahi saya dengan suara dan kesempatan seperti itu, yang keduanya saya syukuri. Saya merasa puas karena adzan yang saya sampaikan dihargai di seluruh dunia. Itu membuatku semakin memuji Tuhan," katanya.

3 dari 4 halaman

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi COVID-19

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19
Perbesar
Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi COVID-19 (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓