Menhub: Pengendalian Mudik di Jabar Sumbang 50 Persen Angka Nasional

Oleh Arie Nugraha pada 30 Apr 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 30 Apr 2021, 14:00 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang dengan calon penumpang di Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Kamis (31/12/2020). Sebelumnya Menhub Budi Karya bersama Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meresmikan sistem tiket elektronik Terminal Pulo Gebang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan Provinsi Jawa Barat adalah provinsi yang memiliki angka pemudik kedua terbesar setelah Provinsi Jawa Tengah. Menurut Budi Karya, suksesnya pengendalian mudik di Jawa Barat berdampak hampir 50 persen terhadap nasional.

"Suksesnya pengendalian mudik di Jabar menyumbang mungkin hampir 50 persen terhadap pengendalian transportasi nasional," ujar Budi Karya seperti ditulis pada Jumat (30/4/2021).

Budi Karya memperkirakan tahun ini angka pemudik Lebaran diprediksi turun menjadi 7 persen. Namun angka ini masih cukup tinggi yakni 18,9 juta orang.

Budi Karya mengatakan, Presiden Jokowi meminta agar angka tersebut bisa lebih diturunkan.

"Saya harap semua unsur di pusat dan daerah berkoordinasi terkait pengendalian pelarangan mudik ini agar angka dapat terus ditekan," kata Budi Karya.

Dari catatannya, ada 22 persen warga Jakarta yang diprediksi mudik ke Jawa Barat dan 34 persen menuju Jawa Tengah. Sehingga hemat Budi Karya, harus dilakukan upaya pengendalian dilakukan dengan tegas namun tetap ramah dan tidak ada dispensasi bagi kelompok manapun.

 

2 dari 2 halaman

Tren Penurunan Kasus covid-19

Doni Monardo
Perbesar
Kepala BNPB sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo meresmikan Rumah Sakit (RS) COVID-19 RSUD (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kabupaten Bangka, Kamis (18/3/2021). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Sementara itu Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengatakan, tren penurunan kasus COVID-19 juga terjadi di sejumlah provinsi lain. Namun tren positif tersebut tidak akan bertahan lama apabila masyarakat lengah.

"Ini tren terbaik selama setahun ini. Tren yang sudah baik ini jangan ternoda oleh aktivitas mudik," ucap Doni.

Dari catatannya, setiap libur panjang selalu diikuti oleh peningkatan kasus. Ini terlihat pada libur Lebaran tahun lalu dimana angka kematian juga meningkat.

Doni beranggapan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Untuk itu dirinya mendorong silaturahim dilakukan secara virtual.

"Kami sedang minta bantuan provider untuk meningkatkan kapasitas," tambah Doni.

Lanjutkan Membaca ↓