Ngabuburit Cari Motor Listrik di IIMS Hybrid 2021, Harga Mulai Rp 11 Jutaan

Oleh Liputan6.com pada 24 Apr 2021, 08:20 WIB
Diperbarui 24 Apr 2021, 08:20 WIB
Motor Listrik
Perbesar
Ragam motor listrik di IIMS Hybrid 2021. (Oto.com)

Liputan6.com, Jakarta - IIMS Hybrid 2021 diramaikan oleh beragam motor listrik dari merek yang berbeda-beda. Dari setiap model yang dijajakan, memiliki harga bervariatif, mulai dari Rp 11 jutaan hingga ratusan juta rupiah.

Berikut daftarnya seperti disitat dari Oto.com: 

Selis

Bila Anda datang ke IIMS Hybrid 2021 dan sedang mencari sepeda motor listrik murah, Selis punya solusinya. Mereka punya banyak produk yang dijajakan dengan harga relatif murah. Salah satunya Selis Eagle Prix. Ia dibandrol sekitar Rp 11,5 juta. Boleh dibilang harga itu cukup sebanding dengan spesifikasi yang ditawarkan.

Dengan bekalan elektik motor BLDC 48V 800 Watt sebagai dapur pacu utamanya. Sedang baterainya dengan tegangan SLA 48 Volt 20 Ah. Secara keseluruhan motor listrik ini cukup menarik, karena memiliki body seperti motor skutik konvensional. Dimensinya 209 x 73,5 x 113 cm.

Motor listrik ini memakai ban berukuran 3.00 x 10 inci dengan tipe tubeless dan sistem pengereman drum brake. Dengan semua itu, Eagle Prix di klaim mampu berjalan dengan kecepatan 40 km/h dengan jarak tempuh maksimal 35 km. Memang masih kemampuan dasar namun rasanya cukup untuk komuter dalam jarak dekat. Disediakan dalam tiga varian warna, hitam, merah dan putih.

Kemudian ada E-Max. Motor listrik ini biasanya lebih diperuntukkan buat dipakai di lingkungan sekitar rumah atau jarak yang tidak terlalu jauh. Lantaran dirinya punya keterbatasan pada daya jelajahnya, kemampuannya melaju tergantung pada kemampuan baterai dan spesifikasi motornya.

Tampilannya mengotak yang cenderung terlihat kaku. Bodi depannya nampak panjang, dengan lampu utama berbentuk kotak. Area dek cukup luas, kaki bisa bergerak bebas sesuai nyamannya posisi berkendara sang pengguna. Ruang penyimpanan ada di dek dan punya bagasi cukup luas. Kemampuan angkutnya diklaim sampai 200 kg.

Selis E-Max mampu melaju sampai 40 km dengan baterai terisi penuh. Tapi itu tergantung kondisi jalan dan bobot yang dibawanya. Ia dimodali baterai dengan spesifikasi 60 volt 20 Ah. Pengisian daya baterai butuh waktu 4-6 jam. Sedangkan motor penggeraknya punya kemampuan 1.200 watt, dan bisa menggerakkan motor listrik ini sampai kecepatan 50 km/jam.

Sebagai alternatif transportasi untuk mobilitas harian dengan jarak tak terlalu jauh, Selis E-Max ini ditawarkan dengan harga Rp 15,5 juta. Tersedia dalam lima pilihan warna: merah, putih, hitam, abu dan biru.

Lalu ada Selis Agats. Ia datang dengan membawa tampilan bodi yang menarik layaknya skutik sekarang. Menggunakan elektrik motor tipe BLDC 72 V 2.000 Watt yang di topang baterai Lithium SLA 72 Volt 20 Ah.

Penggunaan mesin tersebut membuat Selis Agats mampu menawarkan speed maksimal 60 km/h dengan jarak tempuh maksimal sejauh 50 km. Baterainya dapat di charger hingga full dengan memakan waktu sekitar 7 jam. Urusan harga selis Agats dibanderol Rp 19,9 juta off the road. Skutik listrik ini bisa menggunakan STNK. 

Benelli Dong

Ada pula produk baru dari Benelli, namanya Dong. Ia mengusung desain futuristis dan modern. Tampilannya jauh dari kesan standar. Punya desain yang mencerminkan kendaraan ramah lingkungan yang familier di benua Eropa. Ukurannya terbilang kecil, dengan panjang 1.670 mm, lebar 670 mm, dan tinggi 1.025 mm. Berat keringnya cuma 74 Kg, belum termasuk baterai.

Tampang depan hingga buntut mengusung konsep dinamis. Serbalandai tanpa ada sedikitpun garis maupun lekukan tegas di sekujur tubuhnya. Dimensinya boleh dibilang mungil, dan hanya bisa digunakan oleh satu orang dewasa. Tidak ada ruang lagi untuk penumpang.

Mesin penggerak Dong menggunakan dinamo listrik 1.200 Watt dengan kapasitas satu baterai berspesifikasi 18.650 Li-Ion-BMS 60V/26Ah. Bekalan itu diklaim mampu menempuh jarak sejauh 60 Km dalam satu kali pengisian secara penuh.

Fitur uniknya ada suspensi depan yang mengadopsi system aircraft landing gear. Rancangan desainnya menyerupai shock absorber yang digunakan pesawat terbang. Kemudian peleknya pakai bahan alumunium yang terkenal ringan dan kuat. Lalu paling menarik dirinya bisa menghasilkan suara layaknya skutik konvensional. Irama yang dihasilkan mengikuti bukaan gas dengan tingkat nada yang bisa diatur.

Benelli Dong dipasarkan dalam tiga pilihan warna: putih, kuning dan hitam. Harga yang ditawarkan yakni Rp 36,8 juta OTR DKI Jakarta. Bila memesan di IIMS Hybrid 2021, konsumen bisa menikmatinya dengan masa tunggu satu bulan ke depan.

 

2 dari 4 halaman

Honda PCX Electric

Yang ini bukan nama baru. Honda PCX Electric resmi dirilis awal Januari 2019. Meski sudah diluncurkan, namun peredaran pertama tak langsung pada masyarakat umum, melainkan pada perusahaan sebagai motor sewaan. Kehadiran di IIMS Hybrid 2021 juga tak mengubah status tersebut. Walau begitu, tak ada salah bila kami ulas kembali mengenai spesifikasinya.

Rangka Honda PCX Electric mengadopsi milik PCX Hybrid. Honda melakukan penyesuaian dengan memanjangkan sumbu roda menjadi 1.380 mm dan pemberian power unit hanger, agar dapat menanam motor penggerak dan baterai. Hal ini membuat dimensinya ikut memanjang sedikit, yakni 1.960 x 740 x 1095 mm (PxLxT). Sementara ground clearance-nya 132 mm dan tinggi tempat duduk 760 mm. Ini artinya, pengendaraan PCX Electric masih sama dengan model biasa.

Secara desain, rupa depannya sama dengan PCX Hybrid atau standar. Bagian belakangnya saja yang punya tampilan berbeda, ada aksen biru di beberapa area bodi. Teknologi LED sudah diaplikasi pada lampu utama, sein, daytime running light dan stoplamp. Panel meter di atas konfigurasinya full digital, menampilkan kecepatan, informasi terkait baterai dan indikator teknis lainnya. Warna yang disodorkan cuma satu, Pearl White.

Konsumen semakin dimudahkan dengan penggunaan Honda Smart Key System. Sama sepetti versi hybrid, penggendara tak perlu lagi memasukkan anak kunci. Cukup tekan dan putar kenop, kemudian starter untuk menyalakan. Teknologi ini dipadu perangkat keamanan berupa alarm, guna menghindari bahaya pencurian. Selain itu, ada answer back system, fitur yang memudakan pemiliknya mencari lokasi motor ketika diparkir. Untuk mendukung kenyamanan pengendara, PCX Electric mempunyai power charger yang diletakkan di kompartemen depan. Bagasi barang tetap tersedia berukuran 6 liter dan posisinya di belakang tempat penyimpanan baterai.

PCX Electric menggunakan dua buah baterai Lithium-ion yang disebut Mobile Power Pack. Sumber daya ini punya tegangan 50,4 V dan kapasitas 20,8 Ah. Keluaran tenaga maksimum yang dapat dihasilkan mencapai maksimum 4,2 kW atau setara 5,7 Ps di 5.000 rpm, dengan torsi besar mencapai 18 Nm pada 500 rpm.

Pada bagian kaki-kaki, suspensi depannya mengusung model teleskopik. Di belakang berupa swing arm berpadu shock ganda. PCX Electric dipasangi pelek berukuran 14 inci yang dibungkus roda berprofil 100/80-14M/C (depan) dan 120/70-14M/C (belakang). Guna meningkatkan performa penghentian laju kendaraan, Honda mengandalkan cakram di kedua sisi dan diperkuat Anti-lock Braking System (ABS).

KTM SE-E5

KTM yang terkenal dengan motor trailnya juga tak ketinggalan. KTM SX-E5 merupakan motor trail yang dibekali lima mode berkendara yang berbeda-beda karakternya. Pada mode full power, kendaraan ini mampu memberikan daya mirip KTM SX 50 mesin bensin. Namun tentunya SX-E 5 tidak mengeluarkan suara.

Sumber tenaga KTM SX-E 5 berasal dari baterai lithium-ion ringan yang terbungkus rapi di dalam frame. Baterai tersebut memberikan daya pada motor listrik 48V BLDC. Dikatakan bahwa motor ini dikembangkan berbarengan dengan model SX yang dimensinya jauh lebih besar.

Guna memberikan keseimbangan sempurna, motor ini dijejali dengan suspensi depan WP XACT 35. Sementara pada bagian belakang menggunakan suspensi WP XACT. KTM SX-E 5 juga dibekali dengan fitur rem cakram premium, pijakan kaki berbahan casting, dan handlebars alumunium.

Motor listrik ini cukup menarik perhatian pengunjung IIMS Hybrid 2021. Dirinya dijual dengan harga Rp 112 juta off the road.

 

3 dari 4 halaman

Infografis Benarkah Sudah Divaksin Masih Bisa Kena Covid-19?

Infografis Benarkah Sudah Divaksin Masih Bisa Kena Covid-19? (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Benarkah Sudah Divaksin Masih Bisa Kena Covid-19? (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓