Ratusan Petasan Disita di Rumah Pasutri di Kota Serang

Oleh Yandhi DeslatamaNefri Inge pada 24 Apr 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 24 Apr 2021, 12:00 WIB
Polisi Gerebek Ruamh Yang Dijadikan Lokasi Penyimpanan Ratusan Petasan. (Kamis, 22 April 2021). (Liputan6.com/Yandhi Deslatama).
Perbesar
Polisi Gerebek Ruamh Yang Dijadikan Lokasi Penyimpanan Ratusan Petasan. (Kamis, 22 April 2021). (Liputan6.com/Yandhi Deslatama).

Liputan6.com, Serang - Ratusan petasan dan kembang api disita dari sebuah rumah yang dijadikan tempat penyimpanannya, di Kampung Gempol, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, pada Kamis (23/4/2021) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Pemilik petasan merupakan pasangan suami istri (pasutri) berinisial SI dan AF, yang merupakan warga Kota Serang, Banten.

"Petasan dan kembang api dari berbagai bentuk kami sita. Barang bukti kami bawa ke Mapolsek Serang. Pemiliknya suami istri," kata Kapolsek Serang, Kompol Bambang Wibisono, Jumat (23/4/2021).

Seluruh bagian rumah pasutri tersebut, diperiksa oleh polisi. Termasuk kamar dan dapur tak luput dari penggeledahan.

Pemilik pun dimintai keterangan di rumahnya. Mereka mengaku menjual petasan secara eceran ke masyarakat saat bulan Ramadan. Ada juga yang dijual dalam partai besar, untuk dijual lagi ke masyarakat oleh pedagang kecil.

"Petasan ini kan berbahaya, sangat berbahaya. Bisa mengganggu ketertiban dan kekhusyukan ibadah Ramadan," katanya.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Marak Beredar Petasan

Ilustrasi Petasan
Perbesar
Ilustrasi Petasan

Peredaran kembang api, lanjut Kapolsek Serang, harus memiliki izin khusus, karena masuk ke dalam bahan peledak. Penggunaannya pun, tidak boleh dilakukan secara serampangan karena berbahaya.

Ukuran petasan bervariasi, ada yang berukuran 5cm, 20cm hingga 50cm yang jika dinyalakan, bisa memekakkan telinga dan mengagetkan orang lain.

"Kegiatan dilaksanakan guna untuk antisipasi gangguan kamtibmas, mengingat bulan ramadhan marak beredar petasan atau bahan peledak yang dijual belikan," jelasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya