Jelang Lebaran, Masuk Kota Balikpapan Kini Diperketat

Oleh Abdul Jalil pada 22 Apr 2021, 19:10 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 19:10 WIB
Gejala Diabetes
Perbesar
Ilustrasi Pemeriksaan Diabetes Credit: freepik.com

Liputan6.com, Balikpapan - Upaya pengetatan pemeriksaan kesehatan untuk masuk Kota Balikpapan, Kalimantan Timur kembali dilaksanakan jelang lebaran. Polresta Balikpapan memperketat pemeriksaan penerapan protokol kesehatan di Pos Kilometer 13 Jalan Soekarno-Hatta dan di Pos Lamaru di Jalan Mulawarman.

Kedua pos ini sudah beroperasi sejak PPKM dilaksanakan dengan mengatur keluar masuk orang. Kini kedua pos tersebut difungsikan kembali untuk menekan penularan Covid-19.

“Jadi ada 2 pos pemeriksaan protokol kesehatan yang kita operasikan, di Km 13 dan di Lamaru. Di pos ini nanti jelang Idul Fitri nanti atau pada saat mudik nanti, kita tingkatkan pemeriksaan dan pengawasan protokol kesehatan warga yang melintas,” kata Kapolresta Balikpapan Kombespol Turmudi seperti dikutip dari Antara, Rabu (22/4/2021).

Kedua pos ini berada di jalur masuk Balikpapan dari utara. Jalur Soekarno-Hatta dari tengah dan jalur Lamaru menyusuri pesisir di pantai timur Balikpapan.

Pemeriksaan akan dilakukan secara acak. Warga yang dihentikan petugas didata kemudian harus menjalani rapid tes antigen.

Bila hasil tes negatif maka yang bersangkutan boleh melanjutkan perjalanan. Bila kedapatan hasil positif, maka yang bersangkutan akan dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan untuk menjalani tes usap.

Instruksi berikutnya bergantung kepada hasil tes usap tersebut. Di pos itu juga warga diingatkan aturan protokol kesehatan, mengenai kewajiban mengenakan masker, mencuci tangan baik dengan air dan sabun ataupun dengan hand sanitizer.

“Tapi di sini bukan penyekatan antardaerah atau antarprovinsi,” lanjut Kombes Turmudi.

Sebab Balikpapan dan Penajam masih dalam Kalimantan Timur dan tidak berbatasan langsung dengan provinsi lain. Menurut Kapolresta, penyekatan atau pembatasan orang yang bisa melintas antarprovinsi akan dilakukan di perbatasan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Selatan di Kabupaten Paser dan Tabalong.

“Nanti akan ada rapat koordinasi di Polda untuk lebih pastinya,” kata Kombes Turmudi.

Sebagai kota dengan warga hampir seluruhnya pendatang, Kota Minyak ditinggalkan hingga sepertiga penduduknya saat masa menjelang Idul Fitri. Umumnya warga mudik ke kota-kota atau kabupaten lain di Kaltim, atau Kalimantan Selatan, Sulawesi, dan Jawa dan sedikit Sumatera.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut

Lanjutkan Membaca ↓