Harga Daging Sapi Gila-gilaan, Bulog Akhirnya Turun Tangan

Oleh Liputan6.com pada 20 Apr 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 12:30 WIB
Perum Bulog menggelar Operasi Pasar daging beku di Jakarta guna memastikan ketersediaan pasokan. (Dok Bulog)
Perbesar
Perum Bulog menggelar Operasi Pasar daging beku di Jakarta guna memastikan ketersediaan pasokan. (Dok Bulog)

Liputan6.com, Jakarta Perum Bulog menggelar Operasi Pasar daging beku di Jakarta. Hal ini dijalankan guna menahan gejolak harga daging pada saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

"Sebagai tindaklanjut pelaksanaan dan pemantauan ketersediaan komoditas pangan di masyarakat saat Ramadhan dan Idul Fitri, Bulog menggelar operasi pasar daging beku agar masyarakat betul-betul melihat sendiri dan menjadi tenang," kata Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita usai memantau langsung Operasi Pasar daging beku di Rumah Pangan Kita Gatot Subroto, Senin (19/4/2021).

Daging sapi beku yang disiapkan dalam operasi pasar kali ini dijual dengan harga Rp 80.000 per kg. Disiapkan stok sebanyak 5 ton perhari untuk satu titik di harapkan dapat memenuhi kebutuhan daging untuk masyarakat.

Khusus untuk masyarakat Jakarta daging beku ini juga bisa dibeli secara online melalui iPanganandotcom. Operasi Pasar daging beku ini diperkirakan akan dilaksanakan selama kurang lebih 5 hari ke depan dan akan diperpanjang melihat kebutuhan dan antusias dari masyarakat.

Febby mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok daging beku yang menjadi tanggung jawab Bulog untuk bisa selalu tersedia di masyarakat.

"Tidak ada masalah, Bulog menjamin kebutuhan daging beku tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan. Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut," ucapnya.

Dengan jumlah stok daging beku yang dikuasai Bulog saat ini, Febby Novita menegaskan Bulog turut serta membantu pemerintah untuk mengatasi kebutuhan lonjakan permintaan daging beku guna menghadapi Ramadan dan Idul Fitri. Sehingga masyarakat diimbau tidak perlu khawatir.

Perum Bulog juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah guna membantu mensukseskan program pemerintah dengan menstabilkan harga pangan lainnya pada saat Ramadan dan Idul Fitri.

 

Harga Daging Gila-gilaan

Bulan Ramadan, Pemerintah Siap Intervensi Jika Harga Daging Sapi Naik
Perbesar
Pedagang memotong daging di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (8/4/2021). Pemerintah melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menegaskan, pihaknya siap melakukan intervensi jika stok daging langka dan terdapat lonjakan harga pada bulan Ramadan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jelang Ramadan, sejumlah harga pangan mulai bergejolak, salah satunya daging sapi. Bukannya turun, harga daging sapi kini terus meroket.

Dari pantauan Liputan6.com di Pasar Depok Jaya, harga daging sapi mencapai Rp 150 ribu per kg. Harga daging sapi ini terus melambung, bahkan dalam satu bulan terakhir sudah dua kali mengalami peningkatan.

Pedagang daging, Wawan (32), memperkirakan harga jual akan kembali naik sebesar Rp 10 ribu tiga hari sebelum Lebaran 2021.

"Sebulan ini sudah naik dua kali, sebelumnya juga Rp 140 ribu," katanya saat berbincang dengan Liputan.com, Senin (12/4/2021).

Sementara harga ayam negeri sudah satu pekan terakhir naik Rp 5 ribu menjadi berkisar Rp 58 ribu per ekor dengan berat sekira 2 kilogram. Kendati demikian, kenaikan harga jual ini tidak memengaruhi para pembeli.

"Pembeli tetap banyak. Ini harganya naik Rp 5 ribu sudah satu pekan. Tapi nanti bisa lagi berubah, karena kadang setiap hari harganya beda," jelas salah satu pedagang daging ayam, Imron (28).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓