6 Keistimewaan Salat Tahajud di Bulan Ramadan, Lengkap Tata Cara dan Doanya

Oleh Laudia Tysara pada 19 Apr 2021, 01:00 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 01:00 WIB
ilustrasi muslim salat/freepik
Perbesar
Ilustrasi muslim salat malam | freepik

Liputan6.com, Jakarta Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan adalah pembuka pintu surga, termasuk sedekah rahasia, diampuni segala dosa, dan masih banyak lagi. Sama seperti salat malam di bulan biasa, waktu terbaik salat tahajud di bulan Ramadan adalah di sepertiga malam terakhir. 

Salat tahajud adalah salah satu salat sunnah yang memiliki kedudukan paling utama dibanding salat sunnah lain. Inilah yang membuat keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan tak boleh terlewatkan. Ada yang menyebut salat tahajud termasuk qiyamul lail, sebagaimana salat tarawih dan witir yang dilakukan di malam hari disertai membaca Al-Qur’an dan berzikir.

Akan tetapi, salat tahajud tak bisa digantikan tarawih dan witir meskipun pahala keduanya sama seperti salat sunnah semalam suntuk. Dalam tafsir Imam Al-Qurthubi, salat tahajud adalah bangun setelah tidur (haajid), kemudian menjadi nama salat karena seseorang bangun untuk mengerjakan salat, maka tahajud adalah mendirikan salat usai tidur.

Hal yang sama dikatakan oleh al-Aswad, al-Qamah, dan Abdurrahman bin al-Aswad. Untuk bisa merasakan keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan, lebih mudah bila sebelum sahur tidur terlebih dahulu. Hal ini akan menjadikan bangun di sepertiga malam terakhir sebagai waktu terbaik untuk sahur sekaligus salat malam.

Berikut Liputan6.com ulas keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan dari berbagai sumber, Selasa (13/4/2021).

2 dari 6 halaman

Keistimewaan Salat Tahajud di Bulan Ramadan

Syariat Syirkah dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal Ayat 41
Perbesar
Ilustrasi Al-Qur'an Credit: pexels.com/Ali

Pembuka Pintu Surga

Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan yang pertama adalah pembuka pintu surga. Adapun hadits yang mengamini keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan, seperti dikatakan oleh Rasulullah SAW saat itu kepada Abdullah Ibnu Muslim berkaitan dengan keistimewaan salat tahajud.

“Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, dan bagikanlah makanan serta sambunglah silaturahmi dan tegakkan lah salat malam saat manusia yang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah)

Sedekah Rahasia

Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan yang kedua adalah seperti sedekah yang dirahasiakan. Salat tahajud diumpakan seperti keutamaan sedekah yang dilakukan secara sirr (rahasia). Bila dibanding sedekah yang dilaksanakan secara terang-terangan di depan publik.

Maka dari itu, tidak heran ganjaran dari keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan adalah dibukakan pintu surga untuknya. Sebuah kemuliaan yang dapat menuntunmu selamat dunia akhirat.

Dalam Al-Wur’an surat Az-Zariyat ayat 15-18 disebutkan keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan. Bahwa orang yang senantiasa melakukan salat tahajud, akan mendapatkan ganjaran oleh Allah SWT ketika kelak sudah berada di akhirat.

Berikut terjemahan Al-Qur’an Surat Az-Zariyat Ayat 15-18:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah SWT berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka telah berbuat baik (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Az Zariyat: 15-18).

3 dari 6 halaman

Keistimewaan Salat Tahajud di Bulan Ramadan

Niat dan Sholat Malam
Perbesar
Ilustrasi Berdoa Credit: freepik.com

Menghapus Dosa

Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan yang ketiga adalah dapat menghapus dosa. Selama menjalani kehidupan di dunia, manusia tidak pernah luput dari dosa, baik dosa besar dan dosa kecil.

Maka dengan keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan, ada kesempatan untuk menghapus dosa-dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana yang disampaikan oleh hadits mengenai k keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan yang dapat menghapus dosa:

“Lakukanlah salat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang salih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)

Setelah mengerjakan salat malam atau tahajud di bulan Ramdan, ungkapkanlah berdoa kepada Allah SWT. Memohon ampunan atas dosa-dosa yang pernah diperbuat selama ini. Berdoa hingga menangis mengakui dosa bisa membuatmu tenang karena pada saat itu Allah SWT berada sangat dekat denganmu.

Kedudukan Terpuji

Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan yang keempat adalah mendapat kedudukan yang terpuji. Orang-orang yang melaksanakan ibadah salat tahajud di bulan Ramadan, akan keistimewaan yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al Isra ayat 79, yang artinya:

“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Israa’: 79)

Tidak hanya mendapatkan kedudukan yang terpuji di akhirat kelak. Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan akan membuat orang-orang yang selama hidupnya, kedudukan terpuji akan didapatkan pula di dunia.

“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya.” (HR. Hakim; Hasan)

4 dari 6 halaman

Keistimewaan Salat Tahajud di Bulan Ramadan

Panduan Tata Cara Puasa Ganti (Qadha)
Perbesar
Ilustrasi Membaca Doa. Credit: freepik.com

Doa Dikabulkan

Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan yang kelima adalah doa akan selalu diijabah atau dikabulkan. Apalagi bila seseorang melaksanakannya di waktu utamanya yaitu di sepertiga malam terakhir. Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan ini bisa didapat setelah sahur di bulan Ramadan.

Penegas dari keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan atas segala doa yang dikabulkan tercantum dalam hadits berikut:

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya.

Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari)

Dalam hidup, manusia pasti memiliki hajat atau keinginan dan berharap dapat direalisasikan. Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan adalah satu dari banyak ikhtiar yang bisa dilakukan. Berdoa dan utarakan semua keinginan pada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mendengarkan dan mengabulkannya.

Sunnah Utama

Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan yang keenam adalah termasuk sunnah utama. Diantara Salat sunnah lain, salat tahajud merupakan yang paling utama. Salat yang disebut dengan qiyamul lail menjadi salat sunanyang paling utama.

Penjelasan mengenai keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, yang artinya:

Salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam.” (HR. An Nasa’i)

Salat tahajud merupakan kebiasaan orang-orang yang saleh. Tentunya orang-orang saleh tersebut mengetahui bagaimana tata cara salat tahajud dan manfaatnya bagi diri mereka. Inilah keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan sebagaimana rahasia kesalehan yang sesungguhnya.

“Biasakanlah dirimu untuk salat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)

Keistimewaan salat tahajud di bulan Ramadan pun bisa menolak penyakit. Orang-orang yang mengamalkan salat sunnah yang diutamakan ini akan dijaga kesehatannya dan dijauhkan penyakit daripadanya, dengan izin Allah SWT.

5 dari 6 halaman

Tata Cara Salat Tahajud

Ilustrasi Al-Qur'an
Perbesar
Ilustrasi Al-Qur'an (Photo by Anis Coquelet on Unsplash)

Niat Salat Tahajud

Bacaan niat salat tahajud harus diucapkan dengan baik dan benar agar salat tahajud yang dikerjakan menjadi sempurna dan diterima oleh Allah SWT. Berikut doa niat salat tahajud yang dapat diucapkan sebelum menjalankan ibadah salat tahajud.

Usholli sunnatat-tahujjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alaa

Artinya:

“Aku niat salat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Salat Tahajud Inti

Pada umumnya, tata cara salat tahajud saat bulan Ramadhan sama halnya dengan gerakan serta doa seperti salat fardhu 5 waktu. Yang membedakan ialah bacaan niat, doa setelah sholat tahajud, dan jumlah rakaat.

Terdapat berbagai dalil yang membahas mengenai jumlah rakaat pada salat tahaujd. Tata cara untuk melakukan salat tahajud yakni paling sedikit 2 rakaat hingga paling banyak yakni 12 rakaat.

Berikut merupakan tata cara salat tahajud yang perlu dipahami agar dapat dikerjakan dengan sempurna dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

1. Membaca Niat

2. Melakukan takbiratul ihram dan doa iftitah

3. Membaca Surat Al-Fatihah

4. Membaca surat pendek

5. Rukuk dengan tumakninah

6. I’tidal

7. Sujud

8. Duduk di antara dua sujud

9. Sujud

10. Mengulang gerakan seperti rakaat pertama

11. Takhiyat akhir

12. Salam

 

6 dari 6 halaman

Doa Setelah Salat Tahajud

Berdoa
Perbesar
Ilustrasi Berdoa Credit: pexels.com/pixabay

Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq/ qa liqa ‘uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa’atu haq.

Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a’lantu, wa ma anta a’lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.

Artinya:

“Ya Allah, Tuhan kami segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu. Engaku penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau, Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Lanjutkan Membaca ↓