Cara Pemkot Pontianak Gairahkan Ekonomi Rakyat Saat Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Aceng Mukaram pada 11 Apr 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 11 Apr 2021, 12:00 WIB
Ilustrasi ucapan, ramadan
Perbesar
Ilustrasi ucapan, ramadan. (Photo on Freepik)

Liputan6.com, Pontianak - Pandemi Covid-19 belum berakhir. Ramadan di depan mata. Idulfitri tinggal menghitung hari. Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mempersilakan warganya yang ingin membuka pasar juadah selama Ramadan 1442 Hijriah.

"Tapi para penjual takjil harus senantiasa tetap menerapkan protokol kesehatan serta mengutamakan kebersihan," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Pontianak Jumat (9/4/2021).

Dirinya juga mewanti-wanti para pedagang untuk memperhatikan kemasan makanan yang dijualnya, supaya tidak terjadi kontak langsung guna mengantisipasi penularan Covid-19.

Wali Kota Edi juga meminta penjual mengatur jarak antrean pembeli. Tujuannya, supaya tidak berdesak-desakan. Pasar juadah yang dibuka bulan Ramadan di tengah pagebluk Covid-19 ini, kata dia menjadi kesempatan masyarakat untuk memulihkan kembali ekonomi.

“Dengan demikian ekonomi tetap bergerak,” kata dia.

Sementara untuk buka puasa bersama yang biasa digelar di bulan Ramadan, baik di rumah maupun ruang publik, seperti restoran dan hotel, Wali Kota Edi menekankan agar ada pembatasan jumlah orang yang ikut serta.

 "Pembatasan jumlah itu yang paling penting sehingga tidak terjadi gerombolan," katanya.

Tim Satgas Covid-19 dalam waktu dekat akan mengeluarkan edaran terkait pelaksanaan aktivitas selama bulan Ramadan. Monitoring di lapangan juga terus dilakukan Tim Satgas Covid-19. Persiapan untuk mengantisipasi munculnya klaster baru selama bulan Ramadan ini juga dilakukan, mulai dari disinfektan hingga ruang isolasi.  

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓