Camilla Bowles Kunjungi Masjid di London Menjelang Bulan Suci Ramadan

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 10 Apr 2021, 07:20 WIB
Diperbarui 10 Apr 2021, 07:20 WIB
[Bintang] Pangeran Charles dan Camilla
Perbesar
Saat itu, Pangeran Charles masih fokus dengan kariernya di Angkatan Laut. Charles ditugaskan ke luar negeri. Setelah itu, tahun 1973, Camilla menikah dengan perwira kavaleri, Mayor Andrew Parker Bowles, hingga memiliki dua anak. (AFP/Bintang.com)

Liputan6.com, London - Duchess of Cornwall Camilla Bowles mengunjungi sebuah masjid di London utara menjelang bulan suci Ramadan.

Dikutip dari laman Arab News, Sabtu (10/4/2021) Camilla Bowles belajar bagaimana London Islamic Cultural Society telah mendukung komunitas lokal melalui masa pandemi virus Corona COVID-19 selama turnya di Masjid Wightman Road.

Kerajaan Inggris terlihat membantu mengemas kotak buka puasa dan diberi hadiah terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Inggris oleh presiden perkumpulan tersebut, Bibi Khan.

Lembaga tersebut adalah masjid pertama yang dibangun khusus Haringey dan telah menjadi tuan rumah pusat vaksin COVID-19 untuk mendorong mereka yang enggan divaksinasi.

Anggota masjid telah membantu mereka yang membutuhkan dengan membagikan parsel makanan serta memberikan konseling dan nasihat kepada mereka yang berjuang selama pandemi.

2 dari 3 halaman

Inggris Akan Luncurkan Paspor COVID-19 dengan Jangka Waktu Terbatas

[RAGAM] Foto Menarik Pekan Ini
Perbesar
Seorang pria memakai masker saat melewati London Eye di London, Kamis (29/10/2020). Sekitar 100.000 orang terjangkit virus corona setiap hari di Inggris, menurut studi terbaru Imperial College London. (AP Photo/Frank Augstein)

Bicara soal Inggris, otoritas setempat sedang mengembangkan paspor COVID-19 yang akan menunjukkan seseorang telah divaksin atau belum. Paspor itu dapat digunakan agar memungkinkan berlangsungnya konser dan pertandingan olahraga di Inggris.

Paspor tersebut akan mencatat apakah seseorang telah divaksinasi, baru-baru ini dites negatif, atau memiliki kekebalan alami, setelah terkena virus corona.

Pemerintah Inggris menggarisbawahi setiap skema "paspor COVID-19" untuk membuktikan orang-orang di Inggris aman menghadiri acara audiensi massal dengan batasan waktu.

Mengutip BBC, Senin (5/3/2021), pemerintah juga sedang menjajaki cara lain untuk menggelar acara massal dengan aman.

Menteri Olahraga Inggris Nigel Huddleston mengatakan, uji coba itu akan menjadi "pengalaman belajar" dan belum ada keputusan yang dibuat tentang proses atau sertifikasi vaksin.

Ventilasi yang lebih baik dan pengujian sebelum dan sesudah acara adalah di antara pendekatan lain yang diuji untuk pertemuan massal dan acara dalam ruangan, termasuk pertandingan olahraga dan klub malam. Huddleston mengatakan, PM Boris Johnson akan menerima laporan tentang semua acara persidangan pada akhir Mei.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓