Hukum Merayakan Malam Nisfu Sya'ban, Salah Satu Bulan Mulia Umat Islam

Oleh Erik Erfinanto pada 28 Mar 2021, 22:59 WIB
Diperbarui 30 Mar 2021, 16:26 WIB
Ilustrasi masjid, Iduladha
Perbesar
Ilustrasi masjid, Iduladha. (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang menilai bahwa semua perayaan yang tidak pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah bidah. Disebut sesat dan pada akhirnya terjerumus ke dalam api neraka.

Penilaian itu biasanya terjadi merata pada semua jenis perayaan. Baik perayaan yang dengan tujuan baik penuh dengan zikir, ibadah serta tadabur atau perayaan yang dirayakan sekadarnya seperti pesta ulang tahun.

Perayaan Malam Nisfu Sya’ban jamak dikerjakan di wilayah mayoritas penduduknya memeluk Islam. Pada malam tersebut, orang merayakan bulan yang juga dimuliakan oleh Rasulullah ini dengan suka cita, penuh ibadah.

Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan pada kalender Hijriyah. Artinya, bulan setelahnya adalah bulan yang paling dimuliakan, bulan penuh rahmat dan ampunan, yaitu bulan suci Ramadan.

Nabi sendiri memuliakan bulan Sya’ban dengan membanyak ibadah, seperti mengerjakan puasa dan makin getol beribadah kepada Allah SWT.

Kemuliaan bulan Sya’ban itu tercatat jelas dalam kitab Qalyubi wa ‘Umairah yang menyebut bahwa disunahkan menghidupkan malam hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, dengan berzikir dan shalat, khususnya shalat tasbih.

“Sekurang-kurangnya adalah mengerjakan shalat Isya berjamaah dan membulatkan tekad untuk salat Subuh berjamaah. Amalan ini juga baik dilakukan di malam nisfu Sya’ban, awal malam bulan Rajab, dan malam Jumat karena pada malam-malam tersebut doa dikabulkan,” mengutip laman NU Online.

Selain itu, ada jaminan hukum yang menegaskan mulianya bulan Sya’ban. Salah satunya tertera dalam hadis dalam kitab Sahih Ibnu Hibban. Di sana disebut bahwa Allah akan mengampuni seluruh makhluk-Nya di malam Nisfu Sya’ban.

Seperti kemuliaan yang ada pada hari raya umat Islam lainnya, merayakan fadhilah bulan Sya’ban adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Karena rahmat dan ampunan Allah SWT harus disambut dengan kegembiraan dan suka cita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓