Korlantas: 9 Ribu Kendaraan Gagal Tembus 146 Pos Penyekatan

Oleh Liputan6.com pada 28 Mei 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 28 Mei 2020, 20:53 WIB
Kakorlantas memantau langsung situasi arus lalu lintas mulai Jakarta hingga Pejagan
Perbesar
Kakorlantas memantau langsung situasi arus lalu lintas mulai Jakarta hingga Pejagan (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Drs. Istiono, M.H mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan arus balik di 146 pos penyekatan yang berdiri mulai dari wilayah Jawa Timur hingga akses Lampung. Kakorlantas pun turun langsung memantau pos pengamanan terpadu gerbang tol Pejagan, Jawa Tengah, kemaren.

Pada hari kedua pascalebaran, sudah 9.000 kendaraan yang akan masuk ke Jakarta diputar balik.

"Saya sampaikan juga pantauan 2 hari arus balik ini sudah 9.000 kendaraan kita putar balik dari 146 pos penyekatan dari Jatim hingga Lampung," kata dia, Kamis (28/5/2020).

Selain itu, Kakorlantas yang memantau langsung situasi arus lalu lintas mulai Jakarta hingga Pejagan menyaksikan langsung kondisi jalan tol sepi dari kendaraan pribadi, serta tidak ada antrian di tiap pos pengamanan penyekatan.

"Dari Jakarta sampai Pejagan, kondisi jalur A dan B terpantau sepi, di titik KM 47 dan KM 70 sampai Pejagan tidak ada antrian kendaraan, termasuk saya monitor di Kalikangkung juga tidak ada antrian," ujar Kakorlantas.

Dia juga mengapresiasi peran masyarakat yang sadar dan tidak melakukan perjalanan balik ke Jakarta usai lebaran demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu, ketatnya pemeriksaan di pos pengamanan penyekatan juga diapresiasi Kakorlantas Polri. Karena petugas tidak memberikan ijin untuk kendaraan yang akan masuk ke Jakarta tanpa SIKM (Surat Ijin Keluar Masuk) yang dikeluarkan Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

"Pengecekan SIKM itu sudah menjadi standar pengecekan di setiap pos penyekatan, petugas juga sudah baik dengan menggunakan APD memeriksa kendaraan dan memeriksa suhu tubuh penumpang," tegas dia.

Kakorlantas berharap masyarakat juga dapat berperan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan bersama-sama saling memberikan kontribusi. Karena penyebaran covid-19 ini luar biasa sulit diduga, dan langkah pencegahan harus dilakukan bersama-sama.

Begitu pula apa yang dilakukan oleh kepolisian dengan mendirikan pos pengamanan penyekatan juga sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Mudah-mudahan apa yang kita langkahkan ini adalah betul-betul mendapat ridho dari yang Maha Kuasa, semoga pandemi ini segera berakhir," tutur Kakorlantas.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓