Nasib Warga Samarinda, Dua Kali Lebaran Bersama Banjir

Oleh Abdul Jalil pada 26 Mei 2020, 22:40 WIB
Diperbarui 26 Mei 2020, 22:40 WIB
Banjir di Samarinda Kalimantan Timur (Foto: Liputan6.com / Abelda Gunawan)Banjir di Samarinda Kalimantan Timur (Foto: Liputan6.com / Abelda Gunawan)
Perbesar
Banjir di Samarinda Kalimantan Timur (Foto: Liputan6.com / Abelda Gunawan)

Liputan6.com, Samarinda - Sudah dua kali lebaran berturut-turut, sebagian warga Samarinda, Kalimantan Timur harus menghadapi musibah banjir. Seperti tahun lalu, lebaran kali ini dirayakan di tengah genangan banjir.

Jangan tanya soal rencana menyiapkan menu lebaran, menata rumah, atau bersiap menjamu tamu, warga di lima kecamatan harus berjibaku melawan air yang terus meninggi di pemukiman mereka.

“Ini lebaran kedua kalinya kami ditemani banjir, tahun lalu juga begini, tapi sekarang lebih tinggi,” kata Ahmadiannur, warga Perumahan Bengkuring, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (26/5/2020).

Jika lebaran tahun lalu banjir datang sepekan jelang lebaran, musibah kali ini datang persis sehari jelang lebaran. Air mulai meninggi pada hari terakhir Ramadan.

“Sempat berbelanja kebutuhan untuk lebaran,tapi akhirnya semua malah tergenang banjir,” tambahnya.

Ahmadiannur bersama keluarga kini mengungsi ke posko pengungsian yang disediakan pemerintah daerah. Sesekali dia melihat kondisi rumahnya yang tergenang hampir separuh.

“Mungkin sudah takdir tuhan, lebaran di pengungsian,” keluhnya.

Muhammad Rafi, warga Jalan Pemuda, Kecamatan Sungai Pinang bersyukur kali ini tak bisa mudik. Sebab dia masih sempat menyelamatkan barang berharganya.

“Banjir tahun ini kita dilarang mudik, sehingga saat banjir saya ada di rumah. Tahun lalu rumah ditinggal mudik, jadi tak ada barang yang bisa diselamatkan,” kata Rafi.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda hingga pukul 16.00 WITA, warga terdampak banjir tercatat mencapai 13.706 kepala keluarga. Sebanyak 44.937 jiwa harus menghadapi banjir saat lebaran.

Wilayah terparah terdampak banjir adalah Kecamatan Sungai Pinang yang menggenangi 89 RT. Selain itu Kecamatan Samarinda Utara juga menjadi yang terparah yang merendam 89 RT.

Kecamatan lain yang terdampak adalah Samarinda Ulu, Samarinda Ilir, dan Palaran. Selain banjir, musibah longsor juga bisa menjadi ancaman di beberapa titik pemukiman.

Wali Kota Samarinda Syahrie Jaang kini berusaha mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Selain mendirikan posko dan dapur umum, pemerintah juga sedang mengupayakan tempat pengungsian yang layak.

“Saya menghimbau kepada semua pihak, pengusaha, LSM, termasuk perusda yang ada di lingkungan Pemkot Samarinda untuk membantu warga yang terdampak banjir,” kata Jaang.

Bantuan harus segera disalurkan mengingat korban banjir juga adalah warga yang terdampak Covid-19. Selain kehilangan pekerjaan, warga terdampak pandemi ini juga memiliki daya beli yang turun sehingga bantuan sangat dibutuhkan.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut

Lanjutkan Membaca ↓