Ungkapan Hati Para Dokter yang Tak Bisa Lebaran dan Pulang 3 Bulan karena COVID-19

Oleh Fitri Syarifah pada 25 Mei 2020, 18:15 WIB
Diperbarui 26 Mei 2020, 05:57 WIB
ilustrasi dokter
Perbesar
ilustrasi dokter (Foto: Pexels.com/Raw Pixel)

Liputan6.com, Jakarta Lebaran di tengah-tengah masa Pandemi COVID-19 terasa begitu menyesakkan. Jika semestinya semua anggota keluarga berkumpul, saling bermaaf-maafan, kini semua orang terpaksa harus berdiam diri di rumah dan melakukan silaturahmi secara virtual.

Dikutip Antara, sejumlah tenaga medis yang menangani COVID-19 di Ibu Kota tidak bisa pulang ke rumah sejak satu hingga tiga bulan lalu. Mereka harus bertugas untuk memastikan seluruh pasien tertangani dengan baik.

"Sudah hampir tiga bulan tidak ketemu sama mama, ayah. Paling pulang ketemu suami, sempet juga dipisahin sama anak," kata Lia, salah seorang dokter penanganan COVID-19 di Puskesmas Duren Sawit, dalam unggahan video di Instagram Jakarta Smart City @jsclounge.

Tidak hanya Lia, ada juga tiga orang dokter lainnya, yaitu Indriani Febriani, Kevin William Hutomo, dan Suhartiningsih yang bernasib sama tidak bisa bertemu keluarganya lebih dari satu bulan karena menangani pasien COVID-19.

Para tenaga medis itu memilih tetap bertugas dan tinggal di fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah dibandingkan pulang ke rumah.

"Sebisa mungkin saya tidak pulang ke rumah karena bisa aja saya menjadi carrier (pembawa virus)," kata Kevin.

Pada saat diminta menghubungi keluarganya lewat panggilan telepon, keempatnya meminta maaf pada orangtuanya karena tak bisa pulang menemui orangtuanya.

Bahkan dokter Indriani yang bertugas di RSUD Pasar Minggu tak kuasa menitikkan air mata saat ibunya berpesan agar anaknya tetap berjuang melayani pasin COVID-19.

"Pokoknya sabar ya. Teteh kan dari kecil mau jadi dokter. Harus dibuktikan sekarang, harus dijalani ya. Nanti kita pasti bertemu lagi," kata ibu dokter Indriani.

Begitu pun dengan dokter Lia, ia meminta maaf pada ibunya karena tak bisa merayakan lebaran tahun ini bersama keluarga.

"Itu kan memang tugas seorang dokter. Kamu harus mendahulukan itu dulu, tugasmu dulu ya..Nggak papa, yang penting kamu sehat. Doain mama sehat, Ayah sehat. Mama juga doain kamu sehat," kata ibu Lia. 

2 dari 2 halaman

Pesan para dokter

Ilustrasi Tulisan Tangan Dokter dan Dokter (iStockphoto)
Perbesar
Suatu Saat Bisa Saja Rekam Medik Harus Dibuka Saat Pasien Bermasalah Sehingga Tulisan Tangan Dokter Tidak Boleh Mirip Cakar Ayam (Ilustrasi/iStockphoto)

Para dokter itu pun berpesan agar di masa Lebaran ini, masyarakat tetap menjalani Pemtasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan disiplin dan tetap di rumah saja.

"Kami itu miris kalau waktu memeriksa, hasilnya tuh positif semuanya. Itu luar biasa sedihnya, kata dokter Suhartiningsih yang bertugas sebagai Kepala Satuan Pelaksana di Laboratorium Masyarakat yang menyayangkan masih banyak warga yang abai pada PSBB.

Dokter Indriani pun mengakui sempat down melihat banyak orang ramai berkerumun dan mengacuhkan PSBB.

"Ngeliat akhir-akhir ini warga atau masyarakat banyak yang tidak melakukan PSBB, aku jadi sebenernya sempat merasa down," kata Indriani.

"Tapi aku dan teman-teman di sini (Rumah Sakit) akan terus berjuang, kita nggak akan menyerah. Kita akan tetap bertugas dengan baik semaksimal mungkin untuk melewati pandemi ini. Aku juga kangen keluargaku," lanjutnya.

Dokter Kevin pun meminta pada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya, mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

"Saya tetap berharap warga DKI, tetap di rumah aja. Kalau pun terpaksa banget banget banget harus keluar rumah, tolong terapkan protokol kesehatannya. Pakai masker, terapkan Phsysical distancing, tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat," pungkasnya.

 

 
 
 
View this post on Instagram

Selamat berlebaran di rumah, Smartcitizen!⁣ Boleh jadi, tahun ini kamu merayakan Idulfitri di rumah, hanya bersama Ibu, Ayah, dan Adik/Kakak. Boleh jadi, biasanya kamu mudik ke kampung halaman, meinggalkan Jakarta sejenak dan berkumpul dengan keluarga besar. ⁣ ⁣ Tapi kamu memilih bertakbir di rumahmu, di Jakarta.⁣ ⁣ Berkat pilihanmu untuk #dirumahaja, berkat keikhlasanmu untuk tidak mudik dan berkumpul keluarga, sama artinya kamu telah mendekatkan dr. Indri, dr. Tito, dr. Lia, dr Kevin, dan mereka yang masih harus bertugas untuk lebih cepat pulang ke pelukan keluarga.⁣ ⁣ Untuk seluruh tenaga medis, petugas pengawal PSBB, para pasukan warna-warni, para pekerja sektor kebutuhan harian, esensial, dan informal, dan khusus untuk kamu yang memutuskan tetap tinggal di Jakarta, selamat Hari Raya Idulfitri 1441 hijriah. ⁣ ⁣ Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.⁣ ⁣ #JakartaSmartCity #IdulFitri

A post shared by Jakarta Smart City (@jsclounge) on

Lanjutkan Membaca ↓