Siapkan Seragam, Uut Permatasari Tak Bisa Lebaran Bareng Mertua

Oleh Meiristica Nurul pada 22 Mei 2020, 18:45 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 23:48 WIB
[Bintang] Uut Permatasari

Liputan6.com, Jakarta Lebaran tinggal menghitung hari namun Uut Permatasari justru bersedih, kenapa? Rupanya ini kali pertama baginya tak merayakan Idul Fitri bersama mama mertuanya.

Bukan karena tak bisa mudik, tapi Uut Permatasari baru saja kehilangan ibu mertuanya pada 16 Mei 2020 lalu.

Padahal, seperti biasa Uut Permatasari sudah menyiapkan seragam yang akan dikenakan di hari raya.

2 dari 6 halaman

Tradisi

7 Gaya Uut Permatasari Saat Pakai Hijab, Memesona
Uut Permatasari (Sumber: Instagram/uutpermatasari)

Bagi Uut, mengenakan pakaian yang sama di hari raya menjadi tradisinya setelah menikah.

"Sejak saya menjadi istri mas tri tahun 2015 sampai sekarang,Alhamdulillah setiap lebaran idul fitri, lebaran idul adha,dan acara keluarga,saya selalu memesan busana muslim untuk (Alm papi) mami,mama mertua,mas garwo,mas rafif dan adikku," tulis Uut di akun Instagram terverifikasi miliknya, Kamis (21/5/2020).

3 dari 6 halaman

Tak Membedakan

7 Gaya Uut Permatasari Saat Pakai Hijab, Memesona
Uut Permatasari (Sumber: Instagram/uutpermatasari)

Uut Permatasari juga mengunggah foto pakaian yang siap dikenakan pada Lebaran tahun ini. Tampak mereka akan mengenakan pakaian berwarna baby pink.

"Saya tidak pernah membedakan antara mama kandung dan mama mertua karena bagi saya beliau adalah SURGA," lanjutnya.

4 dari 6 halaman

Tanpa Ayah

Tahun ini, Uut tak memesankan baju koko untuk ayahnya lantaran sudah meninggal pada 2019 lalu. Ia hanya membuatkan untuk lainnya.

"Alhamdulillah semua baju muslim dan baju koko sudah jadi," sambungnya.

5 dari 6 halaman

Sedih

"Namun GUSTI ALLAH berkehendak lain dan mama mertua dengan mendadak tanpa sakit meninggalkan kami,anak menantu, cucu tercinta. Setiap kali saya melihat baju muslim mama mertua saya sedih," paparnya.

6 dari 6 halaman

Allah Berkehendak Lain

Uut pun mengikhlaskan kepergian mama mertuanya karena memang sudah suratan takdir.

"Sebaik-baiknya rencana manusia namun jika GUSTI ALLAH berkehendak maka tidak akan ada satu orangpun yang bisa memajukan dan mengundurkannya walaupun sesetik saja," imbuhnya.

Lanjutkan Membaca ↓