Konsumsi BBM Diprediksi Anjlok 27 Persen Jelang Lebaran

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 22 Mei 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 20:00 WIB
20150930-Pom Bensin-BBM-SPBU-Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) pastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat jelang Lebaran. Di tengah pandemi Corona, Satuan Tugas Pertamina akan tetap siaga.

Pada masa Lebaran 2929, permintaan LPG diprediksi naik 5 persen dibandingkan kondisi normal yang berada di kisaran 25.847 Metrik Ton per hari. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan rumah tangga untuk menyiapkan makanan bagi keluarga.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, tren peningkatan kebutuhan LPG dimulai sejak berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dimana aktivitas masyarakat banyak terkonsentrasi di rumah dan konsumsi makanan untuk keluarga lebih tinggi.

"Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang hari raya, Pertamina menyediakan stok LPG yang aman dan mencukupi. Seluruh fasilitas kami beroperasi dengan tanki LPG terisi maksimal,”ujar Fajriyah dikutip, Jumat (22/5/2020).

Untuk melayani kebutuhan LPG tersebut, Pertamina telah menyiagakan 657 SPBBE, 3.908 Agen dan 177.717 Outlet untuk melayani LPG PSO, serta 808 Agen dan 84.712 Outlet LPG Non PSO. Selain memenuhi kebutuhan LPG, Pertamina juga menyalurkan jaringan gas (Jargas) untuk 220 ribu rumah tangga.

2 dari 2 halaman

Kebutuhan BBM

Harga Pertamax Naik
Petugas mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan konsumen di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Senin (2/7). PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga Pertamax Cs akibat terus meningkatnya harga minyak dunia. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berbeda dengan LPG, menurut Fajriyah kebutuhan BBM justru mengalami penurunan tajam pada seluruh produk. Untuk BBM jenis gasoline taitu Premium, Pertalite dan Pertamax Series diperkirakan mengalami penuruhan hingga 27,5 persen atau sekitar 67,7 Kilo Liter (KL) per hari dibandingkan pada realisasi penyaluran BBM dalam kondisi normal.

Penurunkan juga terjadi pada BBM jenis Gasoil sektiar 22,8 persen atau 31,9 KL per hari. Untuk jenis Avtur diperkirakan sebesar 602 KL per hari atau turun 95 persen dibandingan kondisi normal.

“Kebutuhan BBM jelang perayaan Idul Fitri tahun ini menurun signifikan, karena kita masih berada dalam suasana pandemi Covid 19 sehingga mobilitas kendaraan di dalam kota dan antar wilayah sangat rendah dan tidak banyak memerlukan BBM,”ungkapnya.

Kendati menurun, tutur Fajriyah, Pertamina tetap mengoperasikan 7.023 SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia dengan stok penuh di seluruh tanki untuk melayani permintaan BBM bagi masyarakat yang membutuhkan.Untuk mendukung penyaluran BBM dan LPG bagi masyarakat dalam perayaan Idul Fitri, Pertamina menyiagakan Sarana dan Fasilitas penyaluran yakni 114 Termina BBM, 23 Terminal LPG serta 69 DPPU.

 

Lanjutkan Membaca ↓