Mobil yang Terpapar Sinar Matahari Lebih Aman dari Virus Corona

Oleh Arief Aszhari pada 21 Mei 2020, 10:20 WIB
Diperbarui 21 Mei 2020, 10:20 WIB
Ilustrasi parkiran mobil (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Georgia menyebut sinar matahari efektif membunuh virus Corona Covid-19.

Melansir Motor1, secara detail radiasi sinar matahari yang menyelinap melewati kaca mobil bisa membunuh virus Corona. Bahkan, sinar matahari bisa membunuh virus sekalipun udara di luar dingin.

Penelitian tersebut menjelaskan, sinar matahari bisa membuat suhu luar 70 derajat fahrenheit (21 derajat celcius) yang relatif dingin bisa melonjak hingga 113 derajat fahrenheit (45 derajat celcius) dalam waktu satu jam.

Panas tersebut bisa membunuh berbagai organisme multisel.

Hasil penelitian tersebut, menegaskan jika yang timbul secara dramatis bisa mendisinfeksi virus Corona.

2 dari 2 halaman

Virus Mati

Sementara itu, di suhu 72 derajat fahrenheit (22 derajat celcius) virus dapat hidup di kertas selama satu hari dan plastik dan stainless steel dapat bertahan selama tiga hari.

Dapat dipastikan, 99,99 persen virus itu akan mati di suhu yang meningkat hingga 130 derajat fahrenheit (54 derajat celcius) dalam waktu 20 menit. Sedangkan suhu 150 derajat fahrenheit (65 derajat celcius) virus bahkan bisa mati dalam hitungan 5 menit.

"Pengujian yang lebih banyak perlu dilakukan, tetapi kami tahu bahwa semakin hangat Anda membuatnya, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan virus untuk mati," kata Travis Glenn, Profesor Ilmu Kesehatan Lingkungan Universitas Georgia.

Lanjutkan Membaca ↓