Jelang Lebaran, Asteroid Besar Akan Melintasi Bumi

Oleh Agustinus Mario Damar pada 18 Mei 2020, 01:00 WIB
Diperbarui 18 Mei 2020, 01:00 WIB
Asteroid Dekati Bumi
Perbesar
Gambaran seorang artis tentang dua asteroid yang mendekati Bumi (NASA)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam hitungan beberapa hari lagi, umat Muslim akan merayakan hari kemenangan setelah satu bulan menjalankan puasa selama Ramadan.

Jelang Hari Raya Idul Fitri tersebut, sebuah asteorid berukuran besar dikabarkan akan mendekati Bumi dengan jarak 6,16 juta kilometer.

Berdasarkan data dari Center of Near Earth Object Studies (CNEOS) NASA, asteroid yang bernama 1997 BQ atau 136795 itu akan mendekat ke Bumi pada Kamis 21 Mei 2020 pukul 21.44 Universal Time atau pukul 04.44 Waktu Indonesia Barat.

CNEOS NASA menuturkan asteroid ini memiliki kecepatan relatif 11,68 kilometer per detik saat mendekati Bumi, tapi sedikit lebih lambat dari asteorid 2009 XO.

Dikutip dari laman Pusat Sains Antariksa LAPAN (PUSSAINSA), ukuran asteroid ini sekitar 650 meter hingga 1,5 kilometer.

Asteroid 1997 BQ masuk dalam kategori Apollo dan Potentially Hazardous Asteroid (PHA) dengan kelas spektral S. Adapun kelas spektral S (siliceous) menandakan asteroid yang kandungan kimianya didominasi silika berbatu.

2 dari 3 halaman

Data Tambahan Asteroid

ilustrasi asteroid. (iStockphoto)

Data menunjukkan asteroid kelas itu berpopulasi 17 persen dari total asteroid yang ditemukan, kedua terbanyak setelah kelas spektral C (carboneous) yang komposisisnya didominikasi karbon.

Sementara asteroid Appolo adalah asteroid yang memiliki sumbu setengah panjang lebih besar dibandingkan orbit Bumi (> 1 Satuan Astronomi, SA), tetapi jarak perhelionnya lebih kecil ketimbang aphelion Bumi (<1,017 SA).

Sebagai informasi, beberapa asteroid Apollo bisa menjadi ancaman bagi penduduk Bumi, jika berada pada jarak sangat dekat dengan Bumi. Salah satunya adalah meteor Chelyabinsk yang memasuki atmosfer Bumi dan meledak di langit kota Chelyabinsk, Rusia pada 15 Februari 2013 dengan ukuran 17 meter.

Adapun asteroid 1997 BQ diperkirakan memiliki ukuran 650 meter hingga 1,5 kilometer dengan magnitudo mutlak +18,0, jika diamati pada jarak 1 SA dari Matahari dan pengamat. Asteroid ini disebut 10 kali lebih terang dari asteroid 2009 XO yang bermagnitudo +20,5.

3 dari 3 halaman

Orbit Asteroid 1997 BQ

Orbit asteroid 1997 BQ memiliki MOID (Minimum Orbit Intersecation Distance, jarak perpotongan orbit minimum) sebesar 0,035826 SA atau 5,36 kilometer terhadap orbit Bumi.

Dengan nilai MOID lebih kecil dari 0,05 SA atau 7,5 juta kilometer dan juga magnitudo absolutnya lebih kecil dari +22, objek ini dikategorikan sebagai PHO (Potentially Hazardous Object, objek berpotensi bahaya).

Asteroid ini memiliki sumbu setengah panjang sebesar 1,747 SA atau 261 juta kilometer, dengan kelonjongan orbit sebesar 0,749. Orbit asteroid 1997 BQ sedikit lebih kecil dan lebih bundar, jika dibandingkan orbit 2009 XO. Namun orbit asteroid ini lebih besar lonjong dibandingkan orbit 2016 HP6.

Jarak terdekat asteroid itu dengan Matahari sebesar 0,911 SA dengan kemiringan orbit 10,99 derajat terhadap ekliptika dan sedikit lebih miri dibandingkan orbit planet katai Ceres (10,62 derajat).

Periode orbit asteroid 1997 BQ sedikit lebih cepat dibandingkan orbit 2009 X, tapi lebih lama dari 2016 HP6, yakni 844 hari atau 2,3 tahun. Hal itu memang sesuai dengan Hukum Ketiga Kepler, yakni "Kuadrat periode orbit berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak ke Matahari."

Dengan kata lain, semakin dekat jarak benda dari Matahari, semakin singkat pula benda tersebut mengorbit. Karenanya, orbit 1997 BQ memiliki periode sedikit lebih lama dibandingkan periode orbit Mars yakni 687 hari atau 1,88 tahun.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓