7 Cara Tetap Semangat Bangun Sahur pada 10 Hari Terakhir Ramadan

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 17 Mei 2020, 03:30 WIB
Diperbarui 17 Mei 2020, 03:30 WIB
Jam Waker
Perbesar
Ilustrasi alarm. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Pada hari-hari terakhir Ramadan, beberapa orang mulai melewatkan makan sahur. Ada yang karena sulit membuka mata, ada pula yang mulai enggan menyiapkan menu sahur.

Pada malam-malam terakhir Ramadan, memang disarankan untuk memperbanyak ibadah malam. Namun, bukan berarti Anda boleh melewatkan makan sahur. Asupan nutrisi ketika sahur sangat diperlukan tubuh agar dapat bekerja dengan baik dan kesehatan terjaga.

Tubuh yang lelah karena beribadah hingga larut dan bekerja atau mempersiapkan penganan Lebaran di siang hari memang membuat sulit membuka mata ketika waktu sahur tiba.

Berikut tujuh cara bangun sahur lebih mudah seperti dilansir dari Gulfnews:

1. Tidur lebih awal

Tidur lebih awal memang kunci agar mudah bangun lebih awal. Namun hal itu sulit dipraktikkan selama Ramadan. Meski begitu, Anda harus dengan kesadaran dan disiplin penuh mengatur waktu tidur agar tidak terlalu larut.

Dengan membiasakan diri tidur pada waktu yang ditentukan akan memudahkan Anda bangun sahur. Ini karena tubuh telah cukup beristirahat sehingga Anda bisa bangun pada waktunya.

Tidur pada pukul 01.00 lalu kembali bangun pada pukul 03.00 untuk menyiapkan dan makan sahur, kemudian tidur lagi beberapa jam setelahnya melelahkan bagi tubuh. Jadi berikan waktu tidur yang cukup bagi tubuh, misalnya mulai pukul 22.00 atau 23.00 jika Anda tak perlu memasak dari awal menu sahur sehingga bisa langsung makan pada pukul 04.00, yakni sekitar 30 menit menjelang Imsak. Ini akan memberi perbedaan pada tubuh ketika bangun sahur.

 

2 dari 3 halaman

2. Gunakan alarm dengan bijak

Jika Anda cenderung memencet tombol snooze pada alarm, baiknya letakkan jam atau ponsel jauh dari jangkauan. Ini memang terasa tidak menyenangkan ketika harus bangun dan benar-benar terjaga demi usaha mematikan alarm. Namun hal ini akan mencegah Anda kembali merebahkan diri. Sebaliknya, ini akan memotivasi Anda untuk berjalan ke dapur dan makan sahur.

3. Hindari minuman berkafein sebelum tidur

Sangat menggoda untuk minum teh atau kopi di malam hari saat Ramadan. Banyak orang yang biasa minum kafein di pagi hari akan mengganti waktu minum kopi mereka di malam hari, setelah berbuka puasa.

Meskipun Anda berdalih bahwa kopi tak akan memengaruhi rasa kantuk yang datang, kafein tetap berpotensi membuat Anda tidak mendapatkan tidur nyenyak.

Sebaiknya hindari minum minuman mengandung kafein selama Ramadan. 

5. Jangan makan berlebih ketika buka puasa

Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan porsi yang cukup akan membantu Anda lebih menikmati makan sahur. Menghindari makan hidangan penutup yang menggugah selera di waktu berbuka dan menggantinya di waktu sahur akan membuat Anda lebih menantikan bangun sahur.

Pastikan Anda mendapat kecukupan protein, serat, dan karbohidrat saat sahur maupun berbuka. Jangan lupakan juga menjaga asupan cairan agar tubuh tidak dehidrasi.

 

 

3 dari 3 halaman

Pikirkan menu sahur

6. Bangun bersama keluarga besar

Jika Anda tinggal bersama keluarga, akan lebih mudah untuk bersama-sama saling membangunkan untuk sahur. Tentukan waktu yang disepakati untuk bangun dan bersama-sama makan sahur dengan seluruh anggota keluarga. Ini akan lebih efektif untuk Anda bangun sahur.

7. Bersemangat akan makan menu tertentu

Sebelum tidur, memikirkan apa yang akan Anda makan ketika bangun tidur akan membuat Anda bangun dengan lebih bersemangat. Pikirkan menu yang benar-benar Anda inginkan dan nantikan ketika sahur.

Lanjutkan Membaca ↓