Makan Berlebihan Ketika Buka Puasa Bikin Mager dan Telat Salat

Oleh Aditya Eka Prawira pada 10 Mei 2020, 17:45 WIB
Diperbarui 10 Mei 2020, 17:45 WIB
Ilustrasi Sahur, Buka Puasa, Puasa, Ramadan (iStockphoto)
Perbesar
Salah Memilih Menu Sahur Selama Puasa Ramadan Berbahaya untuk Tubuh (Ilustrasi/iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Usai menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13 jam, beberapa orang cenderung makan berlebihan ketika buka puasa. Hal ini seringkali menyebabkan mereka jadi kekenyangan dan sulit untuk melaksanakan salat Maghrib tepat waktu.

Belum lagi setelah salat Maghrib akan makan makanan besar, perut yang belum sempat diistirahatkan itu lagi-lagi terisi penuh. Alhasil, begitu masuk waktu Isya, mereka jadi sulit bergerak.

Certified Trainer dan NLP Licensed Practitioner, Dinda Utami, menjelaskan bahwa pada saat berpuasa, sistem pencernaan kita ibaratnya sedang diistirahatkan selama kurang lebih 12 jam.

Sehingga, apabila di saat buka puasa langsung 'digeber' dengan porsi makanan yang besar, sama saja dengan memaksa sistem pencernaan untuk bekerja keras secara tiba-tiba.

"Ini dikhawatirkan bisa menimbulkan gangguan pencernaan," kata Dinda Utami.

 

 

2 dari 2 halaman

Mengingat Makna Puasa

Dinda, mengingatkan, buka puasa adalah momentum untuk mengembalikan energi yang menurun secara perlahan-lahan, bukan untuk memaksa tubuh bekerja keras lantaran diisi makanan hingga kenyang.

"Pada saat porsi buka puasa terjaga, ibadah solat Maghrib juga menjadi lebih nyaman dibandingkan kita solat dengan kondisi kekenyangan," ujar Dinda.

 

Lanjutkan Membaca ↓