Mi Instan untuk Menu Sahur Anak Kos, Cek Pesan Dokter Gizi

Oleh Aditya Eka Prawira pada 10 Mei 2020, 03:30 WIB
Diperbarui 10 Mei 2020, 03:30 WIB
Ilustrasi mi instan (iStock)
Perbesar
Ilustrasi mi instan (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Mi instan sering jadi pilihan menu sahur dan berbuka puasa anak kos. Harga terjangkau, proses memasak sederhana, dan rasa yang nikmat jadi alasan mi instan jadi santapan sahur dan berbuka.

Sebenarnya tak mengapa mengonsumsi mi instan, baik ketika sahur maupun setelah buka puasa. Namun, sebaiknya tak dilakukan terlalu sering.

Spesialis gizi klinis dr Diana F Suganda mengatakan, makanan cepat saji seperti mi instan memiliki efek samping yang bisa langsung dirasakan oleh tubuh. Terlebih ketika Ramadan, saat kondisi perut bisa tanpa isi selama lebih dari 10 jam.

"Makanan instan itu sudah pasti diproses. Yang jelas, pengawetnya lebih tinggi dan garamnya juga tinggi," kata Diana, beberapa waktu lalu.

 

 

2 dari 2 halaman

Hindari Makanan yang Bikin Haus Seharian

Menurut Diana, garam memiliki sifat menarik cairan (deuretik). Yang membuat si penikmat mi instan di saat sahur bisa haus seharian, "Semakin haus, semakin dehidrasi pula."

Diana mengimbau agar individu yang berpuasa bisa mengurangi konsumsi garam di pagi hari. Belum terlambat, karena puasa masih tersisa belasan hari lagi.

Pun dengan pengawet, harus dikurangi. Sebab, membuat tubuh kita bekerja lebih keras di siang hari.

Karena itu sebaiknya juga tidak menyantap makanan penuh santan dan gorengan di pagi hari. Bisa bikin kita haus seharian.

 

Lanjutkan Membaca ↓