2.000 Takjil Gratis di Ambon Saat Ramadan untuk Pekerja Informal

Oleh Liputan6.com pada 10 Mei 2020, 01:20 WIB
Diperbarui 10 Mei 2020, 01:20 WIB
Imbas Covid-19 dan PSBB, Pasar Takjil Jalan Panjang Sepi
Perbesar
Warga melakukan aktivitas jual beli makanan untuk berbuka puasa (takjil) di kawasan Jalan Panjang, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Pandemi virus COVID-19 dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berimbas pada sepinya pembeli takjil di kawasan tersebut. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mendistribusikan 2.000 paket takjil gratis Ramadan untuk pekerja informal di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Ketua Program ACT Maluku Muhammad Syamsudin Mahu memaparkan, ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran dibagikannya takjil gratis Ramadan ini.

Lokasi tersebut di antaranya Pantai Losari, Masjid Raya Al-Fatah, SPBU Kebung Cengkeh, Parigi Lima, dan beberapa panti asuhan atau yayasan yang ada di Kota Ambon.

"Ada pun targetnya adalah para pengemudi ojek, penarik becak, supir angkot, para santri, dan pekerja informal lainnya," ujar Syamsudin, seperti dikutip dari Antara, Minggu (10/5/2020).

Menurutnya, program pembagian takjil gratis ini bertujuan untuk membantu para pekerja informal dan santri di tengah pandemi Corona Covid-19 selama ibadah puasa Ramadan.

"Selain paket takjil, kami juga berinisiatif untuk membagikan paket pangan bagi masyarakat," ucap dia.

Syamsudin mengatakan, pihaknya juga menerima bantuan untuk nantinya akan disalurkan kepada yang membutuhkan.

"Karena itu kami membuka kesempatan kepada para dermawan untuk bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita dengan menginfaqkan sebagian rezeki untuk masyarakat yang membutuhkan," jelas Syamsudin.

 

2 dari 3 halaman

Jadi Penyemangat

Imbas Covid-19 dan PSBB, Pasar Takjil Jalan Panjang Sepi
Perbesar
Warga melakukan aktivitas jual beli makanan untuk berbuka puasa (takjil) di kawasan Jalan Panjang, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Pandemi virus COVID-19 dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berimbas pada sepinya pembeli takjil di kawasan tersebut. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sementara itu, menurut Koordinator pembagian takjil ACT-MRI Maluku Syafar, program tersebut diharapkan bisa menjadi penyemangat semua orang untuk berbagi kebaikan.

Terlebih, kata dia, pada Ramadan ini yang juga berlangsung dalam kondisi pandemi Corona Covid-19, di mana banyak pekerja harian tidak bisa bekerja seperti sebelumnya.

"Kita semua adalah pelaku kebaikan, maka mari sama-sama kita saling membantu," tegas Syafar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓