Tren Ramadan Terbaru di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 07 Mei 2020, 01:00 WIB
Diperbarui 07 Mei 2020, 01:00 WIB
Ilustrasi Ramadan
Perbesar
Ilustrasi Ramadan (sumber: iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19, pemerintah mengambil sejumlah kebijakan, mulai dari social distancing, imbauan supaya masyarakat melakukan aktivitas dari rumah, hingga perubahan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini berdampak bagi masyarakat, terutama sehubungan dengan pelaksanaan bulan Ramadan dan persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Firma media intelligence Isentia menelaah perbincangan media sosial terkait implementasi kebijakan pemerintah dan dampaknya terhadap perilaku masyarakat.

Isentia menemukan langkah pemerintah untuk menetapkan larangan mudik pada tanggal 24 April hingga 5 Mei diperbincangkan netizen Indonesia 14.085 kali di media sosial.

"Video call bersama keluarga dan kerabat menjadi solusi yang diambil masyarakat untuk mengobat rasa rindu karena tidak bisa mudik. Menanggapi perubahan tren ini, kami menemukan beberapa perusahaan telekomunikasi merilis paket kuota murah bagi penggunanya agar tetap dapat menjalin silaturahmi secara online," ujar Rendy Ezra, Insights Manager dari Isentia Indonesia.

Selain itu, PSBB dan tagar #DiRumahAja juga ramai dalam dibicarakan netizen. Ada 77.074 konten terkait dua hal itu di media sosial dalam satu pekan terakhir.

 

2 dari 2 halaman

Dampak dan tren baru

Sebagai dampak pemberlakuan langkah ini, sejumlah tempat-tempat umum ditutup dan beberapa restoran menetapkan untuk tidak makan ditempat dan hanya boleh untuk delivery atau take away.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melakukan salat berjamaah, buka puasa, dan salat tarawih di rumah. Perubahan ini juga memunculkan tren baru, yaitu berbuka puasa dengan memesan makanan melalui aplikasi untuk diantarkan ke rumah. Lebih lanjut, beberapa aplikasi pesan antarmakanan juga memfasilitasi masyarakat dengan promo diskon besar.

Di samping dua hal tersebut, perubahan tanggal cuti bersama juga menjadi perhatian bagi masyarakat. Semula cuti bersama yang ditetapkan pada tanggal 22 Mei dan 26 hingga 29 Mei, kemudian dialihkan ke tanggal 28 hingga 31 Desember.

Perubahan tanggal cuti bersama ini membuat masyarakat yang telah membeli tiket untuk bepergian mendadak mengganti atau melakukan reschedule tanggal. 

(Why/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓