9 Ramadan, Saat Kemerdekaan Indonesia Dikumandangkan

Oleh Fadjriah Nurdiarsih pada 02 Mei 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 02 Mei 2020, 11:00 WIB
Ilustrasi Soekarno Hatta dan rumah di Rengasdengklok
Perbesar
Sukarno, Hatta, dan rumah tempat mereka "diamankan" di Rengasdengklok

Liputan6.com, Jakarta Ada peristiwa penting pada hari ini yang tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia. Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang diproklamasikan di Jalan Pegangsaan Raya terjadi pada 9 Ramadan.

Pada saat sahur itu, para petinggi dan pendiri Republik, Sukarno dan Hatta makan sahur di rumah Laksamana Maeda. Mereka memang tengah bersiasat sejak malam hari, berkumpul dan merundingkan teks proklamasi untuk dibacakan. Sementara, Jepang masih berjaga-jaga.

Pada 8 Agustus, sehari sebelum Ramadan, Kota Nagasaki hancur luluh lantak dibumihanguskan bom oleh Sekutu. Sementara tiga hari sebelumnya, Hiroshima duluan dibuat tak berdaya. Peristiwa itu menjadi momen penting yang harus segera diambil kesempatannya oleh rakyat Indonesia. Kekuasaan Jepang mulai kocar-kacir.

Dua kota penting Kekaisaran Jepang itu tak bersisa. Mayat bergelimpangan, korban berjatuhan, dan logistik lumpuh.

Pada akhirnya, Jepang pun menyerah tanpa syarat. Kabar itu di Indonesia lewat Radio BBC London pada 14 Agustus 1945, tepat pada hari keenam orang-orang Islam Indonesia menjalani puasa Ramadan.

 

2 dari 2 halaman

Didahului Peristiwa Rengasdengklok

Jejak Dwi Tunggal Untuk Kemerdekaan Indonesia
Perbesar
Sukarno dan Hatta adalah 2 nama yang tak bisa dipisahkan dari kemerdekaan negeri ini.

Sehari sebelum kemerdekaan, para tokoh penting itu diculik para pemuda ke Rengasdengklok.

"Saya menghadapi pihak pemuda, pemimpin tua dan pemimpin agama," kata Soekarno ketika berdebat dengan para pemuda yang mendesak kemerdekaan Indonesia segera diumumkan, 15 Agustus 1945 silam.

Perdebatan pun berujung dengan diculiknya Soekarno beserta Mohammad Hatta oleh kalangan pemuda. Mereka membawa dua bapak bangsa itu ke Rengasdengklok, 16 Agustus 1945. Namun akhirnya dikembalikan ke Jakarta setelah sepakat untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Di Jakarta, tepatnya di rumah Laksamana Maeda, Soekarno bersama tokoh perjuangan lain menulis naskah proklamasi. Tulisan itu lalu diketik oleh Sayuti Melik untuk dibacakan tepat pukul 10.00 pagi, 17 Agustus 1945.

Pembacaan naskah proklamasi yang berlanjut pengibaran Sang Saka Merah Putih hasil jahitan Fatmawati, menandakan Indonesia merdeka. Selain Soekarno, Fatmawati dan Sayuti Melik, peran tokoh lain dalam memerjuangkan kemerdekaan tidak bisa dikesampingkan.

Sukarno sempat demam. Barangkali dia kelelahan. Namun, Sukarno bangkit dari tempat tidurnya pada pukul 09.30. Setengah jam kemudian didampingi Bung Hatta, mereka pun mengumumkan kemerdekaan Republik Indonesia kepada dunia.

Lanjutkan Membaca ↓