Quraish Shihab: Ada 3 Keutamaan Sahur, Bukan Hanya Menguatkan Puasa

Oleh Fitri Syarifah pada 01 Mei 2020, 02:00 WIB
Diperbarui 01 Mei 2020, 09:28 WIB
Liputan 6 default 3
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta Meski sahur tidak wajib, namun bangun untuk makan di sepertiga malam ini dapat memberikan kekuatan fisik bagi yang berpuasa.

Sayangnya, anggapan ini justru akhirnya dianggap bukan ibadah utama karena tanpa sahur pun, sejumlah orang merasa kuat puasa. Lantas, apakah ini dibenarkan?

Menjawab hal tersebut, ulama Quraish Shihab menjelaskan beberapa keutamaan sahur dalam channel Youtube Najwa Shihab.

"Sahur itu anjuran Nabi. Ada hadits yang menyebutkan, Allah serta malaikatnya berselawat melimpahkan rahmat dan mendoakan orang-orang yang sahur," ujarnya.

Pendiri Pusat Studi Alquran tersebut juga mengatakan, Nabi juga berpesan, bersahurlah walau hanya sebiji kurma atau seteguk susu.

"Memang pada dasarnya sahur itu makanan ringan. Jadi tentu ada selain makan, yang diharapkan dan diperoleh dari bangun malam sahur. Bukan sekedar hanya makan atau memberi kekuatan berpuasa," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Keutamaan Sahur

Quraish Shihab
Perbesar
Allah memiliki 100 rahmat yang dianugerahkan kepada seluruh makhluk.

1. Membiasakan diri bangun malam

"Membiasakan diri untuk tidak melaksanakan rutinitas kita. Orang itu terbelenggu oleh rutinitasnya. Dengan sahur, dia melawan rutinitas itu untuk mencapai sesuatu yang bermanfaat, yaitu sahur."

2. Waktunya merenung

"Kita diminta merenung. Sebaiknya, niat itu bukan hanya kita tancapkan di dalam hati, tapi juga di awal Ramadan, atau malam setelah tarawih. Lebih baik ditancapkan sewaktu kita sahur," ujarnya.

Ahli tafsir Alqur'an itupun menyampaikan, bahwa Imam Syafii bahkan menyatakan kalau kita harus menyatakan niat berpuasa setiap malam. kenapa?

"Niat itu fungsinya introspeksi. Saya besok mau puasa, kemarin puasa tapi kerasanya ada yang kurang. Kemarin sudah bagus, tapi saya ingin tingkatkan besok," katanya.

3. Bukan hanya soal bangun, makan sahur dan tidur

"Ada imsak. Imsak itu sebelum subuh. Di waktu itu kita dianjurkan untuk melaksanakan salat sebelum Fajar. Biasanya kita bangun setelah adzan. Tapi dengan sahur, ada waktu yang kita peroleh sebelum adzan sehingga boleh membaca Alquran, yang sebenarnya tujuan dari sahur," katanya.

 

3 dari 3 halaman

Cara Rasulullah sahur

Surat Nabi Muhammad SAW Sebut Muslim Harus Lindungi Umat Nasrani
Perbesar
Kaligrafi Nabi Muhammad SAW | Via: istimewa

Pada zamannya, kata Quraish Shihab, Nabi Muhammad SAW sahur hanya dengan makan kurma 2-3 buah, paling banyak 7 kurma dan susu.

Memang nabi bisa berpuasa tanpa sahur, seperti di bulan selain Ramadan. "Suatu pagi, beliau bertanya pada istrinya, ada sarapan tidak? Kalau tidak, saya puasa. Tapi itu puasa sunnah yang niatnya bisa diucapkan setelah berlalu subuh. Sedangkan puasa wajib, ucapkan niat sebelum itu."

"Itulah yang membedakan, kata Nabi, puasa kita dengan umat lain. Kita punya sahur dan lain tidak punya sahur. Jadi bangunlah sahur walaupun kuat," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓