5 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Jantung, Kenali Faktor Risiko

Oleh Husnul Abdi pada 05 Mei 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 05 Mei 2020, 17:00 WIB
Ilustrasi jantung

Liputan6.com, Jakarta Manfaat puasa untuk kesehatan jantung dapat memengaruhi faktor risiko penyakit jantung. Orang yang mengikuti puasa dengan pola makan yang sehat memiliki kondisi kesehatan jantung yang lebih baik daripada orang yang tidak berpuasa.

Hal ini diduga karena orang yang berpuasa secara rutin akan dapat mengendalikan diri terhadap apa yang ingin dimakan dan diminumnya. Berbagai faktor risiko seperti kadar lemak darah, tekanan darah, hingga insulin dapat membaik saat menjalankan ibadah puasa.

Manfaat puasa untuk kesehatan jantung harus disertai dengan pola makan yang sehat. Pemilihan makanan yang tepat selama bulan puasa dapat berpengaruh terhadap jantung. Sehingga kesehatan jantung tetap terjaga dengan konsumsi makanan sehat bernutrisi.

Berikut Liputan6.com rangkum tentang manfaat puasa untuk kesehatan jantung dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2020).

2 dari 5 halaman

Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah Menurun

Waspada Kolesterol Tinggi Disertai Tekanan Darah Tinggi (Ocskay Bence/Shutterstock)
Waspada Kolesterol Tinggi Disertai Tekanan Darah Tinggi (Ocskay Bence/Shutterstock)

Kadar Kolesterol Darah Menurun

Salah satu faktor utama yang menjadi penyebab penyakit jantung adalah lemak. Lemak dapat menyusup ke dalam lapisan pembuluh darah yang rusak dan menyebabkan aterosklerosis, yaitu penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah.

Manfaat puasa untuk kesehatan jantung yang pertama ini dapat menurukan kadar kolesterol darah. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa terdapat perubahan dari profil lemak dan perbandingan lemak baik dan lemak jahat selama puasa di bulan Ramadan.

Kadar kolesterol darah menurun dari 193.4±51 mg/dl menjadi 184.3±42 mg/dl setelah Ramadan, begitu pula dengan kadar trigliserida yang menurun dari 4.5±1 mg/dl menjadi 3,9±1 mg/dl dan lemak jahat, yaitu LDL. Selain, itu didapatkan pula peningkatan dari lemak baik yaitu HDL setelah puasa Ramadan.

Menurunkan Tekanan Darah

Jika kamu mengalami tekanan darah tinggi, jantung harus bekerja lebih keras dalam memompa darah dibanding dengan orang normal. Hal ini bisa menyebabkan jantung kelelahan, dan dapat terjadi pembesaran dan penebalan otot jantung, hingga gagal jantung. Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan pembuluh darah otak pecah sehingga terjadi stroke hemoragik.

Manfaat puasa untuk kesehatan jantung sendiri dapat menurunkan tekanan darah yang merupakan salah satu penyebab penyakit jantung. Selama bulan Ramadan, terdapat penurunan tekanan darah pada orang yang berpuasa, yaitu penurunan tekanan darah sistolik dari 132.9±16 mmHg menjadi 129.9±17 mmHg.

3 dari 5 halaman

Menurunkan Kadar Homosistein , Menghindari Resistensi Insulin, dan Mengontrol Berat Badan

Ilustrasi timbangan
Ilustrasi timbangan (foto: shutterstock)

Menurunkan Kadar Homosistein Darah

Homosistein merupakan salah satu asam amino yang terdapat dalam tubuh, dan peningkatan homosistein darah merupakan salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Walaupun tidak signifikan, namun terdapat penurunan kadar homosistein darah saat seseorang berpuasa.

Menghindari Tubuh Mengalami Resistensi Insulin

Manfaat puasa lainnya adalah membuat tubuh lebih bijak dalam menggunakan gula, sehingga ini bisa menghindari tubuh mengalami resistensi insulin yang berujung jadi diabetes melitus. Jika kondisi metabolisme gula terkontrol dengan baik, maka tubuh akan jauh dari risiko terjadinya penyakit jantung.

Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan menjadi dua kali sehari selama bulan Ramadan dapat memperbaiki kondisi resistensi insulin pada penderita diabetes.

Mengontrol Berat Badan

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko bagi banyak penyakit metabolik. Orang yang puasa cenderung dapat mengendalikan perilaku makannya, sehingga berat badan juga bisa terkontrol. Jika berat badan bisa terkontrol, maka kemungkinan terjadinya penyakit jantung pun semakin kecil.

Penurunan berat badan dan indeks massa tubuh bisa ditemukan dan bisa tidak ditemukan pada orang yang berpuasa, hal ini bisa disebabkan oleh asupan kalori yang tidak menurun secara signifikan selama puasa.

4 dari 5 halaman

Tips Aman Berpuasa untuk Kesehatan Jantung

makan sehat sayur buah
ilustrasi diet/copyright by Beboopai (Shutterstock)

Walaupun manfaat puasa untuk kesehatan jantung sangatlah bagus, kamu harus memperhatikan pemilihan makanan untuk mendapatkan berbagai manfaat tersebut. Bahkan puasa ramadan aman untuk dilakukan bagi orang dengan penyakit jantung, asalkan penyakit yang dideritanya terkontrol dan tidak dalam kondisi akut.

Berikut tips aman berpuasa untuk kesehatan jantung:

Atur Porsi Makan

Makan secukupnya saja dan tidak melakukan “balas dendam” saat berbuka akan membantu meringankan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Berapa banyak yang kamu makan sama pentingnya dengan apa yang kamu makan.

Gunakan piring atau mangkuk kecil untuk mengontrol porsi makan. Pastikan semua komponen dari kelompok makanan ada di atas piring dengan jumlah yang sesuai. Sayur memenuhi setengah piring. Sumber karbohidrat seperempatnya dan seperempat bagian lagi sisanya untuk lauk pauk. Jangan lupa juga menyertakan buah-buahan di setiap sahur maupun berbuka.

Perbanyak Sayur dan Buah

Sayur dan buah adalah sumber vitamin dan mineral yang sangat baik. Sayur dan buah juga rendah kalori dan kaya akan serat. Kandungan-kandungan tersebutlah yang membantu tubuh mencegah terjadinya penyakit jantung.

Makan lebih banyak sayur dan buah juga membuat kamu bisa mengurangi makanan yang berkalori tinggi. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan manfaat puasa untuk kesehatan jantung.

5 dari 5 halaman

Pilih Sumber Protein yang Rendah Lemak

makanan sehat
makanan sehat (sumber: iStockphoto)

Gandum Utuh sebagai Sumber karbohidrat dan Serat

Gandum utuh atau biji-bijian yang utuh adalah sumber serat yang sangat baik yang berperan mengatur tekanan darah dan kesehatan jantung. Kamu bisa memilih tepung gandum utuh, roti gandum utuh, oat, nasi cokelat sebagai menu makanan saat sahur dan berbuka.

Kurangi Lemak Tidak Sehat

Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans saat berbuka dan sahur sangat penting untuk membantu mengurangi kolesterol di dalam tubuh. Tingginya kadar kolesterol bisa menimbulkan plak di pembuluh darah yang disebut atherosclerosis. Hal ini bisa meningkatkan risiko kamu mengalami penyakit jantung seperti serangan jantung, atau stroke.

Lebih baik memilih sumber lemak dari alpukat, kacang-kacangan dan biji-bijan, minyak zaitun, minyak canola.

Pilih Sumber Protein yang Rendah Lemak

Untuk mendapatkan manfaat puasa untuk kesehatan jantung, kamu juga bisa memilih sumber protein yang rendah lemak. Contohnya seperti daging tanpa kulit atau lemak, ikan, telur, kacang kedelai, tahu, tempe, susu skim atau rendah lemak.

Dengan memilih sumber protein yang rendah lemak ini, akan membantu tubuh kamu mengurangi asupan lemak dan kolesterol yang bisa menimbulkan penyakit jantung.

Lanjutkan Membaca ↓